Perkembangan Terbaru Terbakarnya Kapal Kaisei Maru No. 8 di Perairan Kochi (2)

Merujuk berita yang sebelumnya telah disampaikan, berikut kami sampaikan perkembangan terbaru dari peristiwa terbakarnya Kapal Kaisei Maru No.8 di perairan Kochi:

-       Pada tanggal 3 Maret 2014 siang hari ditemukan 3 (tiga) orang awak kapal, 2 (dua) orang WN Jepang dalam kondisi telah meninggal dunia dan 1 (satu) WNI dalam kondisi hidup (Sdr. Hebert Simon Liusanda).

-       Pada malam harinya ditemukan kembali seorang awak kapal asal Indonesia dalam keadaan meninggal dunia. Sesuai hasil pencocokan identifikasi jenazah dengan foto/data awak kapal, diketahui korban bernama Yosan Safii.

-       Ketiga jenazah saat ini tengah dalam proses pemeriksaan post-mortem oleh pihak berwajib di kota Kochi, sedangkan satu awak kapal yang selamat saat ini dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kochi General Hospital.

-       Sampai dengan tanggal 4 Maret 2014 petang, 3 (tiga) orang awak kapal asal Indonesia lainnya masih belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan pada tanggal 5 Maret 2014 pagi. Sesuai SOP SAR di laut, pencarian akan dihentikan 4 (empat) hari setelah kejadian.

-       Pihak Japan Coast Guard hingga saat ini masih mengerahkan sebanyak 2 pesawat pelacak dan 1 kapal SAR untuk pencarian korban. Selain itu juga terdapat sekitar 60 kapal nelayan yang membantu secara sukarela untuk proses pencarian ini.

-       KJRI Osaka telah berkesempatan menemui Sdr. Hebert Simon Liusanda di Kochi General Hospital dan kondisi yang bersangkutan dapat dikatakan mulai membaik serta dapat berkomunikasi dengan lancar.

-       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Japan Maritime Police, identifikasi fisik awal terhadap korban meninggal akan selesai pada tanggal 4 Maret 2014 malam. Selanjutnya akan dilakukan otopsi sesuai prosedur yang berlaku. Adapun otopsi terhadap almarhum Yosan Safii menurut rencana akan dilaksanakan pada hari Jum’at , tanggal 7 Maret 2014.

-       Proses serah terima jenazah almarhum Yosan Safii ke KJRI Osaka dan proses pemulangannya akan dilaksanakan segera setelah proses pemeriksaan selesai dilaksanakan pihak berwajib Jepang. KJRI Osaka saat ini tengah mengupayakan untuk mempercepat proses ini agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Tanah Air.

(KJRI OSAKA/05042014)

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.