Perkembangan Terkini Terbakarnya Kapal Kaisei Maru no.8 di Perairan Kochi (1)

   Pada tanggal 2 Maret 2014 pukul 06.12 pihak Fifth Regional Coast Guard Headquarters di Kota Kobe menerima informasi dari radio komunikasi perikanan Tanjung Muroto, Kochi bahwa kapal penangkap ikan tuna, Kaisei Maru No. 8 tidak diketahui keberadaannya. Setelah dilakukan pelacakan oleh pihak Coast Guard dan Maritime Self Defence Force Jepang, Kapal Kaisei Maru No.8 ditemukan di lepas pantai Prefektur Kochi sejauh 410 km dari daratan.

   Kapal ditemukan dalam kondisi masih terbakar seluruh permukaannya termasuk ruang kemudi. Sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Pihak Coast Guard Jepang awak kapal berjumlah 7 (tujuh) orang: 2 (dua) WN Jepang (Kapten kapal, Matsuoka Naohiro dan Chief Engineer/Fisherman, Ichihara Manabu) serta 5 (lima) orang WNI berusia 31-45 tahun.

Pemilik kapal diketahui adalah Sirius Ocean Incorporation (semula diinfokan Sirius Maritime Co.Ltd.) yang berpusat di daerah Ginza, Chuo-ku, Tokyo. Kapal berangkat dari pelabuhan Kochi pada tanggal 20 Februari 2014 untuk menangkap tuna sampai dengan tanggal 2 Maret 2014 dan kapal berbobot 19 ton tersebut semula direncanakan akan bersandar kembali di pelabuhan Nachi Katsuura di Prefektur Wakayama pada tanggal 4 Maret 2014.

Berdasarkan koordinasi KJRI Osaka dengan pihak-pihak terkait sampai dengan tangggal 3 Maret 2014 pukul 14.50 diperoleh informasi lebih lanjut sebagai berikut :

-       Pihak perusahaan pemilik kapal telah mengirimkan dokumen ABK yang hilang termasuk nama perusahaan penyalur ABK yang berada di Jepang.

-       Total crew yang berhasil ditemukan sebanyak 4 orang yaitu 2 WN Jepang dan 2 WNI, 3 orang WNI lainnya belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

-       Perusahaan penyalur ABK adalah FUJI BUSSAN yang berkantor di Kota Shizuoka

-       Para korban yang ditemukan telah dibawa ke Rumah Sakit di kota Kochi dengan menggunakan helikopter.

KJRI Osaka masih terus melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait termasuk Coast Guard Jepang dan wakil perusahaan pemilik kapal dan akan menyampaikan perkembangan terkini dari peristiwa ini.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.