Sejarah KJRI di Osaka


Keberadaan Perwakilan Republik Indonesia di wilayah Jepang Barat, yang mencakup wilayah Kansai/Kinki, Chugoku dan Shikoku (17 Prefektur), diawali pada tahun 1954 dengan dibukanya Konsulat Republik Indonesia di kota Kobe. Sejak tahun 1966, Konsulat RI di Kobe menyewa ruangan di gedung perkantoran Kato Building. Karena sudah tidak memenuhi syarat, pada bulan Juli 1994, KJRI – Kobe pindah tempat dengan menyewa gedung perkantoran Kiandai Building, luas keseluruhan 285 meter persegi.

Status Konsulat Republik Indonesia (K-3), sejak tanggal 10 April 1973, ditingkatkan menjadi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (K-2). Dalam perkembangan selanjutnya, dan sejalan denghan meningkatnya kegiatan KJRI di Kobe, Duta Besar RI – Tokyo telah mengajukan usul peningkatan status K-2 menjadi K-1 pada bulan April dan September 1994. Usulan dimaksud telah diajukan kembali pada bulan April 1996, namun belum mendapat tanggapan dari Departemen Luar Negeri. Pada tanggal 17 Januari 1995 pagi hari, kota Kobe dan wilayah Hyogo selatan mengalami gempa bumi yang termasuk terbesar di Jepang, yaitu the Great Hanshin-Awaji Earthquake, yang telah menewaskan sekitar 6.300 warga dan memporakporandakan sarana/prasarana ekonomi daerah Prefektur Hyogo (sekitar 440.000 rumah hancur/terbakar). Kantor KJRI dan Wisma Indonesiapun tak luput dari kerusakan. 90 % peralatan kantor rusak/hancur, sementara pagar Wisma retak-retak dan miring, serta peralatan pecah belah berantakan.

Dengan pertimbangan bahwa pusat kegiatan perekonomian dan bisnis di wilayah Jepang Barat kemudian telah beralih ke kota Osaka, maka menggunakan momentum kerusakan akibat gempa tersebut, Perwakilan RI sejak tanggal 1 Mei 1995 resmi pindah ke Osaka. Mengingat mahalnya harga tanah dan gedung di Jepang, KJRI – Osaka telah menyewa seluruh lantai 6 (dengan luas 571 meter persegi) gedung Bank Daiwa (yang sejak 1 Maret 2003 berubah menjadi Bank Resona) yang berlokasi sangat strategis, yaitu di jalan utama kota Osaka, Midosuji Boulevard.

Sementara Wisma Indonesia, yang telah dibeli oleh Pemerintah RI tahun 1962, tetap berada di kota Kobe, yaitu kawasan Mikage dengan luas tanah 628,80 meter persegi, dan luas bangunan 520 meter persegi (2 lantai). Jarak dari Wisma Indonesia di Kobe ke KJRI Osaka sekitar 30 kilometer.

Para Kepala Perwakilan KRI/KJRI Kobe dan KJRI Osaka:

Nama

Gelar

Periode

Pitono Purnomo

Konsul Jenderal

Des 2004 - Sekarang

Hupudio Supardi

Konsul Jenderal

Sep 2002 – Sep 2004

Ibnu Sanyoto

Konsul Jenderal

Sep 1999 – Agt  2002

Yulwis Yatim

Konsul Jenderal

Jul 1996 – Jul 1999

Subagiyo Wiryohadisubroto

Konsul Jenderal (Kobe – Osaka)

1993 – 1995

Johannes Sutantio

Konsul Jenderal (Kobe)

1990 – 1993

Rohsjad Dahlan

Konsul Jenderal (Kobe)

1986 – 1989

Djoko Marseno Taruno Kusumo

Konsul Jenderal (Kobe)

1983 – 1986

Djamaluddin Joeda

Konsul Jenderal (Kobe)

1980 – 1983

Ruslan Soemono

Konsul Jenderal (Kobe)

1977 – 1979

Anak Agung Oke Djelantik

Konsul Jenderal (Kobe)

1973 – 1975

Ambiar Tamala

Konsul Jenderal (Kobe)

1971 – 1973

Sjaiful Anwar

Konsul (Kobe)

1968 – 1971

R. Djohan Effendy

Konsul (Kobe)

1967 – 1968

R. Kiswanto

Konsul (Kobe)

1962 – 1967

Sumiskum

Konsul (Kobe)

1960 – 1962

Djumbang Rusad

Konsul (Kobe)

1959 – 1960

Joesoef Jatim

Konsul (Kobe)

1957 – 1959

Soenhardjo

Konsul (Kobe)

1954 – 1957