Film “Anak-Anak Lumpur” Raih Penghargaan Kyoto International Student Film and Video Festival, Diskusi Perfilman Nasional di KJRI Osaka

Promosi Budaya Melalui Pemutaran Film Singkat Berjudul Anak-anak Lumpur dan

Diskusi Mengenai Perfilman Nasional di KJRI Osaka

Pada hari Minggu, 5 Desember 2010, KJRI Osaka melaksanakan pemutaran film singkat mengenai korban lumpur LAPINDO dan juga diskusi ringan mengenai informasi terkini mengenai perfilman nasional. Film singkat berjudul “Anak-anak Lumpur” tersebut merupakan karya sineas muda Indonesia, Sdr. Danial Rifki. Karyanya ini baru saja mendapatkan penghargaan di Kyoto International Student Film and Video Festival. Kegiatan ini dilaksanakan di loby KJRI Osaka dan dihadiri sekitar 50 orang, yang terdiri dari WNI dan WN Jepang.

Acara diawali dengan kata sambutan dari Konsul Konsuler, mewakili Konjen RI Osaka. Dalam kata sambutannya, Konsul Konsuler antara lain menyampaikan bahwa prestasi yang dicapai oleh Sdr. Danial Rifki tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi ybs, tetapi tentunya menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Ditambahkan pula bahwa pertemuan dengan 2 sineas Indonesia, Sdr. Danial Rifki dan Sdr. Enison Sinaro, merupakan kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan perfilman Indonesia saat ini.

Film singkat “Anak-anak Lumpur” sendiri menggambarkan mengenai dampak dari semburan lumpur LAPINDO terhadap kehidupan masyarakat di daerah yang sekitar semburan lumpur. Sutradara Danial Rifki menyampaikan bahwa bahan dasar bagi pembuatan film singkat tersebut dikumpulkan pada tahun 2008. Pada saat itu, masih banyak masyarakat yang bertahan untuk tinggal di daerah dekat lokasi semburan karena tidak punya pilihan lain.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi ringan, dengan nara sumber Sutradara Enison Sinaro dan Danial Rifki. Pada kesempatan tersebut, Sutradara Enison sempat menyampaikan perkembangan terakhir mengenai polemik yang sedang terjadi di ajang seleksi Festival Film Indonesia (FFI) 2010. Selain itu, ybs juga menyampaikan mengenai kondisi perfilman Indonesia saat ini. Sedangkan Sutradara Danial Rifki memberikan penjelasan mengenai latar belakang pembuatan film “Anak-anak Lumpur”. Salah satu alasan yang disampaikan adalah ybs merasa memiliki keterikan bathin dengan Sidoarjo karena ybs berasal dari daerah tersebut.

Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti diskusi ini, terlihat dari sejumlah pertanyaan yang sempat disampaikan oleh peserta, Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain berkisar pesan apakah yang ingin disampaikan oleh sutradara melalui film “Anak-anak lumpur”; harapan peningkatan kualitas perfilman nasional Indonesia sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi WNI yang tinggal di luar negeri, khususnya di Jepang; dan juga pertanyaan objektivitas penjurian dalam FFI, mengingat kekisruhan yang terjadi pada proses seleksi.

Tulisan ini dipublikasikan di Kegiatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>