Pagelaran Gamelan Jawa dan Festival Tari Bali

Masyarakat Jepang ternyata memiliki kecintaan yang dalam terhadap seni musik dan tari Indonesia. Hal ini ditunjukkan dalam 2 pagelaran yang diselenggarakan oleh warga Jepang pada hari Minggu, 6 Juni 2010 lalu. Pada hari tersebut, di Hekisui Hall, Koka City, Shiga Prefecture, telah diselenggarakan pagelaran musik gamelan Jawa  oleh 20 orang pemain gamelan anggota kelompok Tirta Kencana. Pagelaran ini merupakan yang ketujuh kalinya diadakan dan dihadiri oleh kurang lebih 300 orang. Pada awal pagelaran, Konsul Konsuler KJRI Osaka  yang mewakili Konsul Jenderal memberikan kata sambutan dan menyampaikan harapan  agar masyarakat Jepang dapat lebih mengenal dan mencintai Indonesia melalui seni budaya.

Dalam pagelaran ini, selain 2 tembang Jawa tradisional, ditampilkan pula sebuah tarian klasik Jawa Kalan Alus Sri Suwela dan tembang kontemporer berjudul “Time’s Up” gubahan komposer asal Inggris. Pada akhir pagelaran, ditampilkan wayang dengan cerita Jepang “Bono to Konishisan” yang diiringi oleh musik gamelan dan kolaborasi alat musik lainnya.Pagelaran Tirta Kencana tersebut sangat menarik karena menggabungkan seni tradisional Jawa dengan seni modern sehingga menarik minat masyarakat Jepang baik tua maupun muda.

Kelompok Tirta Kencana sendiri dibentuk sejak 8 tahun yang lalu dan salah satunya dimotori oleh Prof. Shin Nakagawa, seorang dosen di Osaka University dan merupakan ketua kelompok gamelan Margasari dari Osaka. Sebagian besar anggota kelompok ini adalah masyarakat Jepang yang berada di daerah Biwa-ko, Shiga.  Selain berlatih di Hekisui Hall setiap Rabu malam, kalompok ini sering mengadakan berbagai pertunjukan maupun workshop.

Pada hari yang sama juga diselenggarakan 2010 Balinese Dance Festival in Kansai di sebuah kuil Shinto di kota Kishiwada, Prefektur Osaka. Festival ini merupakan festival yang kedua kalinya dan diselenggarakan atas kerjasama antara pengurus kuil Kishiwada dengan International Friendship Association of Kishiwada.

Pagelaran diadakan di halaman kuil dan dihadiri oleh kurang lebih 600 orang. Dalam kesempatan tersebut, Konsul Ekonomi atas nama Konsul Jenderal telah menyampaikan sambutannya. Festival diawali dengan sebuah tembang gamelan Bali yang dibawakan oleh kelompok gamelan Chandra Baskara. Sebanyak 9 buah tarian Bali telah dibawakan oleh para penari yang tergabung dalam kelompok Chandra Baskara. Selain itu,  tampil pula penari I Wayan Sumentra dari sanggar Dwiloka yang membawakan 2 buah tarian.

Baik pagelaran gamelan kelompok gamelan Tirta Kencana maupun Festival Tari Bali 2010 se-Kansai ini  mendapatkan sambutan yang meriah dari para penonton.  Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan masyarakat Jepang dapat semakin mengenal dan memperdalam kecintaan mereka terhadap Indonesia.

Tulisan ini dipublikasikan di Kegiatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>