Gambaran Umum Wilayah Kerja KJRI Osaka

Wilayah kerja KJRI Osaka

Wilayah kerja KJRI Osaka

Wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka meliputi tiga kawasan di Jepang Barat yaitu wilayah Kansai, Chugoku, dan Shikoku, yang terdiri atas 17 Prefektur (Propinsi) yakni Osaka, Kyoto, Nara, Wakayama, Mie, Hyogo, Shiga, Fukui, Tottori, Okayama, Hiroshima, Shimane, Yamaguchi, Kagawa, Tokushima, Kochi, Ehime. Luas wilayah kerja KJRI Osaka adalah 87.666 km² atau 23,2% dari luas Jepang dengan jumlah penduduk 35,34 juta (27,66% dari total penduduk Jepang).

Wilayah Kansai merupakan kawasan perekonomian kedua terbesar di Jepang setelah wilayah Kanto (Tokyo dan sekitarnya) dan berfungsi sebagai jantung serta motor penggerak ekonomi di Jepang Barat karena letaknya yang strategis di tengah Jepang. Kansai terdiri dari 8 Prefektur (Osaka, Kyoto, Nara, Hyogo, Shiga, Fukui, Wakayama, Mie dan Tokushima) dengan jumlah penduduk 23,58 juta jiwa dan total PRB pada tahun 2005 mencapai US$ 837 milyar.

Struktur industri di wilayah Kansai didominasi oleh sektor manufaktur, khususnya industri tradisional, seperti tekstil, mesin dan bahan dasar, termasuk produk baja serta bahan kimia. Industri manufaktur Kansai menyumbangkan porsi sebesar 20% dari total industri manufaktur di Jepang. Di wilayah Kansai terdapat beberapa perusahaan besar seperti Matsushita Electric Industrial, Sanyo Electric, Sharp dan Nintendo yang sampai saat ini terus melakukan inovasi teknologi di bidang teknologi informasi dan perangkat lunak. Sementara itu, perusahaan lain seperti Takeda Chemical Industries, Suntory, Toyobo, dan Hitachi Zosen mengembangkan usahanya di bidang bioteknologi; serta Sumitomo Electric Industries, Kawasaki Steel dan Sumitomo Chemical menonjol di bidang pengembangan bahan-bahan baru.

Dalam membangun hubungan ekonominya dengan dunia luar, Kansai mempunyai dua bandar udara terkemuka yakni Bandara Internasional Kansai dan Bandara Internasional Kobe serta dua pelabuhan internasional utama yaitu: Pelabuhan Osaka dan Kobe dan dua pelabuhan khusus LNG yakni Pelabuhan Semboku (Prefektur Osaka) dan Himeji (Prefektur Hyogo).

Secara geografis, Indonesia dipandang sebagai mitra dagang penting Kansai di kawasan Asia dengan volume perdagangan antara kedua entitas mencapai 21% dari total perdagangan bilateral Indonesia dan Jepang.

Prefektur Osaka merupakan bagian terpenting dari wilayah Kansai. Osaka adalah focal point dari kegiatan ekonomi dan perdagangan di Kansai, khususnya di bidang manufaktur dan merupakan pusat usaha kecil menengah (UKM) di wilayah ini.

Kawasan terbesar kedua di dalam wilayah kerja KJRI Osaka adalah wilayah Chugoku (Prefektur: Hiroshima, Okayama, Yamaguchi, Shimane dan Tottori) yang perekonomiannya terpusat di kota Hiroshima. Dengan jumlah penduduk sebanyak 7,68 juta orang, Chugoku bertumpu pada industri pertanian dengan PRB pada tahun 2005 tercatat sebesar US$ 271 milyar. Industri manufaktur terkenal dan mendunia di wilayah ini adalah perusahaan kendaraan bermotor Mazda.

Shikoku (Prefektur: Kagawa, Ehime, Tokushima dan Kochi) merupakan wilayah yang sangat bertumpu pada industri perikanan. Empat prefektur di wilayah Shikoku tersebut semuanya mempunyai sekolah pelayaran dan yang paling terkenal di Jepang adalah Uwajima Marine College yang berada di Prefektur Ehime. Dengan total jumlah penduduk 4,1 juta orang, Shikoku pada tahun 2005 mempunyai PRB sebesar US$ 123 milyar.