HUBUNGAN PERDAGANGAN INDONESIA DENGAN WILAYAH KANSAI, CHUGOKU DAN SHIKOKU


A.         Perkembangan Hubungan Perdagangan

  1. Total nilai perdagangan antara wilayah kerja KJRI Osaka (Kansai, Chugoku dan Shikoku) dengan Indonesia selama bulan Januari-Agustus 2005 tercatat sebesar 759,6 miliar atau sekitar US$ 7,1 miliar[1]. Data tersebut juga memperlihatkan adanya peningkatan ekspor Indonesia sebesar 20,4% dan impor Indonesia sebesar 14,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2004.
  2. Total ekspor Indonesia ke wilayah kerja senilai 521,25 miliar atau senilai US$ 4,9 miliar. Angka ekspor terbesar tercatat ke wilayah Kansai, terdiri atas kota-kota industri Osaka, Kobe, Sakai dan Kyoto yang mengalami peningkatan sebesar 11,9% dibanding tahun 2004 menjadi senilai 310,1 miliar. Ekspor ke wilayah Chugoku (Hiroshima dan sekitarnya) mencatat peningkatan signifikan sebesar 46% menjadi 153,4 miliar, demikian pula ekspor ke Shikoku meningkat 13,5% menjadi 57,5 miliar. Produk ekspor utama Indonesia masih didominasi oleh produk migas dan mineral, kemudian produk kayu, ikan dan tekstil.

 

 

  1. Total impor Indonesia dari wilayah kerja senilai 238,4 miliar atau sekitar US$ 2,23 miliar. Dari angka tersebut, wilayah Kansai menjadi sumber utama impor Indonesia dari wilayah kerja dengan angka senilai 196 miliar (meningkat 19,3% dari periode yang sama tahun 2004). Impor dari wilayah Chugoku juga meningkat 11,1% menjadi senilai 35,1 miliar. Sementara impor dari wilayah Shikoku tercatat mengalami penurunan drastis sebesar 43,2% menjadi hanya senilai 7,2 miliar. Produk impor Indonesia dari wilayah kerja utamanya terdiri dari mesin pembangkit tenaga, semikonduktor, besi dan produk  baja, mesin konstruksi, mesin pengolah metal dan tekstil.

 

        4. Berikut ini merupakan tabel-tabel neraca perdagangan Indonesia dengan wilayah

            kerja KJRI Osaka dari tahun 1999 sampai dengan Juli 2005 :

 

              a. Neraca Perdagangan Kansai - Indonesia (1999 – Agustus 2005)

TAHUN

EKSPOR KANSAI

IMPOR KANSAI

TOTAL NILAI PERDAGANGAN (US$ MILYAR)

SURPLUS INDONESIA (US$ MILYAR)

1999

¥ 140,9 milyar /

US$ 1,2 milyar 

¥ 356 milyar /

US$ 3,1 milyar

4,3

1,9

2000

¥ 191 milyar /

US$ 1,6 milyar

¥ 421,4 milyar /

US$ 3,6 milyar

5,2

2

2001

¥ 185 milyar /

US$ 1,6 milyar

¥ 450,7 milyar /

US$ 3,8 milyar

5,4

2,2

2002

¥ 192,8 milyar /

US$ 1,5 milyar

¥ 407,9 milyar

US$ 3,3 milyar

4,8

1,8

2003

¥ 217,9 milyar /

US$ 1,9 milyar

¥ 407 milyar /

US$ 3,5 milyar

5,4

1,6

2004

¥ 249,8 milyar/

US$ 2,3 milyar

¥ 416 milyar/

US$ 3,9 milyar

6,2

1,6

Jan-Aug2005

\ 196 milyar/ US$ 1,83 milyar

\ 310,1 milyar/ US$ 2,9 milyar

4,73

1,07

                  Sumber: Customs Office-Osaka

 

b. Neraca Perdagangan Chugoku – Indonesia (1999 – Agustus 2005)

TAHUN

EKSPOR CHUGOKU

IMPOR CHUGOKU

TOTAL NILAI PERDAGANGAN

(US$ juta)

 SURPLUS INDONESIA (US$ juta)

1999

23,4 milyar /

US$ 205 juta

117,8 milyar /

US$ 1.030 juta

1.235

825

2000

28,9 milyar /

US$ 269 juta

148,1 milyar /

US$ 1.379 juta

1.648

1.110

2001

38,8 milyar /

US$ 320 juta

149,6 milyar /

US$ 1.236 juta

1.556

916

2002

42,6 milyar /

US$ 339 juta

159,8 milyar /

US$ 1.273 juta

1.612

934

2003

35 milyar/

US$ 302 juta

155,7 milyar /

US$ 1.344 juta

1.646

1.042

2004

\ 48 milyar/ US$ 456,65 juta

\ 182,7 milyar / US$ 1,74 milyar

2.196

1.283

Jan-Aug 2005

\ 35,1 milyar/ US$ 328,34 juta

\ 153,4 milyar / US$ 1,43 milyar

1.758

1.102

                         Sumber: Kobe Customs Office          

         c. Neraca Perdagangan Shikoku – Indonesia (1999 – Agustus 2005)

TAHUN

EKSPOR SHIKOKU

IMPOR SHIKOKU

TOTAL NILAI PERDAGANGAN (US$ JUTA)

SURPLUS INDONESIA (US$ JUTA)

1999

¥ 10,3 milyar /

US$ 205 juta

¥ 37,9 milyar /

US$ 331 juta

536

126

2000

¥ 18 milyar /

US$ 167 juta

¥ 49,4 milyar /

US$ 460 juta

627

293

2001

¥ 17,1 milyar /

US$ 142 juta

¥ 51 milyar /

US$ 421 juta

563

279

2002

¥ 13,6 milyar /

US$ 109 juta

¥ 71,2 milyar /

US$ 567 juta

676

458

2003

¥ 14,8 milyar /

US$ 128 juta

¥ 81,2 milyar /

US$ 700 juta

828

572

2004

¥ 18,4 milyar/

US$ 179 juta

¥ 76,9 milyar/

US$ 711 juta

890

532

Jan-Aug 2005

\ 7,21 milyar/ US$ 67 juta

\ 57,5 milyar/ US$ 538 juta

605

471

                 Sumber : Kobe Customs Office

5.   Produk-produk Indonesia memiliki keunggulan komparatif dari segi bahan baku, harga dan kualitas karena tersedianya bahan baku berkualitas tinggi, misalnya rotan dan kayu, serta didukung oleh tersedianya tenaga kerja yang terampil. Namun demikian, untuk dapat menembus pasar Jepang, para pengusaha UKM Indonesia masih perlu meningkatkan inovasi dalam mengembangkan bahan baku yang dimilikinya, juga banyak yang kurang memahami keinginan pasar (misalnya desain, kualitas, warna, kemasan, ukuran serta dalam menentukan harga).

 

B.     Peluang dan Tantangan     

            Wilayah Kansai, Chugoku dan Shikoku menawarkan peluang pasar yang besar, dimana 35 juta penduduknya mempunyai daya beli tinggi (PDB per kapita US$ 33.000), dan share mereka lebih dari 20% pada neraca perdagangan Jepang secara keseluruhan,. Sebagaimana pasar Jepang pada umumnya, kondisi pasar di wilayah kerja KJRI Osaka juga memiliki karakteristik dan budaya bisnis yang berbeda dengan negara-negara tujuan ekspor Indonesia lainnya. Hal ini harus dipahami oleh para calon mitra dagang dari Indonesia dan untuk itu KJRI Osaka senantiasa terus berupaya untuk lebih memberdayakan keinginan kalangan usaha kecil & menengah (UKM) Indonesia yang berminat memasuki pasar Jepang. Upaya –upaya ini dilakukan antara lain dengan mengadakan penyuluhan dan bimbingan praktis kepada UKM Indonesia bekerjasama dengan organisasi nirlaba Jepang dan juga dengan Pemerintah/Kadinda Propinsi/Kota di Indonesia.

 

C.     Upaya Peningkatan Ekspor Indonesia

1.         Melakukan kegiatan promosi (melalui seminar, ceramah, temu bisnis, pameran), baik oleh KJRI-Osaka sendiri maupun bersama Pusat (BPEN, Pemprop/Pemkot, Kadin/Kadinda, Asosiasi dagang, dll).

2.         Memobilisasi/memfasilitasi potential buyers dari Kansai dan mengorganisasikan buying mission ke Indonesia (temu bisnis, pameran, dsb).

3.         Memfasilitasi trade mission Indonesia ke Kansai (temu bisnis, pameran, dsb).

4.         Memberikan informasi (melalui ceramah, seminar, surat/fax/e-mail, bahan cetak/buku), baik kepada para pengusaha UKM di Indonesia mengenai importir potensial dan kebutuhan pasar Jepang (peluang, tantangan dan karakteristik) maupun kepada para pengusaha Kansai tentang eksportir dan produk ekspor Indonesia.

 


 

[1] Kurs rata-rata bulan Januari – Juli 2005 adalah US$1=106,9; sumber Bank of Japan.