Diskusi Peningkatan Kualitas Perawat Indonesia di Jepang

KJRI Osaka, didukung oleh BNP2TKI, telah menyelenggarakan diskusi peningkatan kualitas perawat Indonesia di Jepang pada tanggal 8 Juni 2018 di KJRI Osaka. Hadir pada acara diskusi tersebut, Deputi Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono; Director Training Department-Japan International Corporation of Welfare Services (JICWELS), Inagaki Kiichi; dan Presiden Panti Lansia Tenjinkai-Okayama, Okazaki Toshiharu, sebagai narasumber. Setidaknya 11 (sebelas) panti lansia di wilayah Osaka dan Hyogo mengikuti diskusi tersebut.

Dalam sambutannya, Konjen RI Osaka menggarisbawahi peluang penempatan perawat/perawat lansia Indonesia yang semakin meningkat seiring dengan kebutuhan tenaga kesehatan asing di Jepang. Indonesia perlu memanfaatkan peluang ini dengan melakukan penyempurnaan program, seperti peningkatan kompetensi teknis dan bahasa Jepang para kandidat perawat.

Dari diskusi tersebut, beberapa hal yang menjadi perhatian bersama antara lain terkait penurunan keberhasilan proses matching antara kandidat perawat dan panti lansia/rumah sakit, komitmen kandidat perawat/perawat lansia untuk lulus ujian nasional, keinginan perawat untuk berhenti dan kembali ke Indonesia meski sudah lulus ujian, kemudahan keluarga untuk mendampingi sambil bekerja di Jepang.

Ke depannya, perlu ditingkatkan koordinasi melibatkan berbagai pihak terkait, baik di Indonesia maupun Jepang, guna merealisasikan perawat/perawat lansia Indonesia di Jepang yang lebih unggul dari segi kualitas dan kuantitas.

Sebelumnya, BNP2TKI dan KJRI Osaka telah mengikuti pembukaan pelatihan kandidat perawat/perawat lansia asal Indonesia program IJ-EPA tahun 2018 sebanyak 329 kandidat. Pelatihan dibuka secara bersamaan di Tokyo (31 perawat), Nagoya (189 perawat lansia) dan Osaka (109 perawat lansia) pada tanggal 6 Juni 2018. (Sumber: KJRI Osaka)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.