Laporan Perdagangan Indonesia ke Jepang

9

Ekspor Non Migas Indonesia ke Jepang Triwulan I 2018 Tumbuh 21,1%, Melampaui Ekspektasi Pencapaian Target Ekspor Triwulan Pertama

Osaka, 22 Mei 2018 – Ekspor Indonesia ke Jepang selama Bulan Maret 2018 mengalami peningkatan sebesar 3,2% (MoM) dan 5,5% (YoY). Ekspor pada periode tersebut mencapai USD 1,6 miliar yang terdiri dari ekspor migas sebesar USD 212,4 juta dan ekspor non migas sebesar USD 1,4 miliar. Ekspor migas mengalami penurunan yang cukup tinggi sebesar 34,6% dibandingkan dengan ekspor bulan lalu serta menurun sebesar 27,0% bila dibandingkan dengan ekspor pada bulan Maret 2017. Sebaliknya, ekspor non migas mengalami peningkatan signifikan masing-masing sebesar 12,8% (MoM) dan 13,0% (YoY).
Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Jepang selama Triwulan I 2018 mencapai USD 5,0 miliar, mengalami peningkatan sebesar 20,3% dari ekspor pada Triwulan I tahun sebelumnya. Meningkatnya kinerja ekspor pada periode tersebut didorong oleh kinerja ekspor pada sektor migas dan non migas yang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 16,7% dan 21,1%. Selama Triwulan I 2018, ekspor migas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar USD 916,6 juta sedangkan ekspor non migas tercatat sebesar USD 4,1 miliar. Kinerja ekspor non migas Indonesia ke Jepang tersebut melampaui prediksi capaian target ekspor non migas pada triwulan pertama yang sebelumnya diperkirakan mencapai USD 3,8 miliar.

Ekspor Indonesia ke Jepang selama Triwulan I 2018 mengalami peningkatan pada semua sektor kecuali sektor pertanian. Peningkatan tertinggi terjadi pada ekspor sektor pertambangan sebesar 50,5% (YoY). Meningkatnya ekspor sektor pertambangan terutama didorong oleh meningkatnya nilai dan volume ekspor bijih, kerak, dan abu logam (HS 26) masing-masing sebesar 324,6% dan 218,1%. Ekspor sektor migas dan sektor industri juga mengalami peningkatan masing-masing sebesar 16,7% dan 14,5% (YoY). Peningkatan ekspor migas didorong oleh naiknya ekspor hasil minyak dan gas sebesar 136,7% dan 24,4% (YoY). Sebaliknya ekspor sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 3,6% (YoY) yang disebabkan oleh menurunnya ekspor karet dan barang dari karet (HS 40) sebesar 19,0% serta kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) sebesar 10,8%.

Produk utama ekspor non migas Indonesia ke Jepang selama Triwulan I 2018 adalah batubara (HS 27), mesin dan peralatan listrik (HS 85), bijih, kerak, dan abu logam (HS 26), perhiasan/permata (HS 71), dan karet dan barang dari karet (HS 40) yang pangsanya mencapai 48,1% dari total ekspor non migas Indonesia ke Jepang. Ekspor produk utama non migas Indonesia selama Triwulan I 2018 mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, kecuali ekspor karet dan barang dari karet (HS 40) yang justru mengalami penurunan. Peningkatan ekspor terbesar terjadi pada ekspor bijih, kerak, dan abu logam (HS 26), perhiasan/permata (HS 71) masing-masing sebesar 324,6% dan 96,9% (YoY). Selain kedua produk utama tersebut, ekspor besi dan baja (HS 72) juga mengalami peningkatan tajam sebesar 208,1% (YoY).
Impor Semua Golongan Penggunaan Barang Meningkat Selama Triwulan I 2018
Impor Indonesia dari Jepang selama Maret 2018 mencapai USD 1,6 miliar, mengalami peningkatan sebesar 17,5% (MoM) dan 27,9% (YoY). Impor pada periode tersebut terdiri dari impor non migas sebesar USD 1,6 miliar yang meningkat 17,6% (MoM) atau 27,8% (YoY) serta impor migas sebesar USD 3,6 juta yang mengalami penurunan sebesar 13,9% (MoM) namun meningkat signifikan sebesar 137,6% (YoY).
Dengan demikian, selama Triwulan I 2018 impor Indonesia dari Jepang mencapai USD 4,3 miliar (naik 27,0% YoY) yang terdiri dari impor non migas sebesar USD 4,3 miliar (naik 27,0% YoY) dan impor migas sebesar USD 9,8 juta (naik 43,3% YoY).

Impor seluruh golongan barang dari Jepang selama Triwulan I 2018 mengalami peningkatan. Impor bahan baku mengalami peningkatan 26,7% dari sebesar USD 2,4 miliar pada Triwulan I 2017 menjadi USD 3,1 miliar pada Triwulan I 2018. Peningkatan impor bahan baku didorong oleh peningkatan impor suku cadang dan perlengkapan alat angkutan, bahan baku yang belum diolah untuk industri, dan makanan dan minuman yang belum diolah untuk industri masing-masing sebesar 54,9%, 47,9%, dan 220,7% (YoY).
Impor barang modal juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi sebesar 26,9% menjadi sebesar USD 1,1 miliar. Barang modal yang impornya meningkat cukup tinggi antara lain alat angkutan untuk industri sebesar 53,3% (YoY). Sementara itu, impor barang konsumsi meningkat 33,9% menjadi sebesar USD 156,4 juta. Barang konsumsi yang impornya tumbuh tinggi selama Triwulan I 2018 antara lain mobil penumpang dan bahan bakar dan pelumas olahan sebesar 63,3% dan 292,1% (YoY).

Selama Triwulan I 2018, impor terbesar Indonesia dari Jepang adalah mesin dan peralatan mekanik (HS 84) dengan nilai mencapai USD 1,1 miliar. Produk impor utama lainnya antara lain kendaraan bermotor dan bagiannya (HS 87), besi dan baja (HS 72), dan mesin dan peralatan listrik (HS 85). Pangsa keempat kelompok produk tersebut mencapai 61,7% dari total impor non migas Indonesia dari Jepang.
Sementara itu, pertumbuhan impor tertinggi terjadi pada produk perhiasan/permata (HS 71) dari sebesar USD 7,2 juta pada Triwulan I 2017 menjadi sebesar USD 109,5 juta pada Triwulan I 2018. Peningkatan impor perhiasan secara signifikan tersebut disebabkan oleh hasil kerjasama jual-beli antara Antam dan MKK Co. LTD. Melalui kerjasama jual-beli tersebut, ANTAM tidak hanya melakukan penjualan tapi juga pembelian emas melalui MKK dalam bentuk kepingan 1 Kg. Rencana jual beli logam emas batangan ini memiliki nilai perdagangan 200 kg emas setiap bulan selama satu tahun.

Perdagangan Indonesia Dengan Jepang Triwulan I 2018 Masih Surplus Meskipun Lebih Rendah Dari Triwulan I Tahun Sebelumnya
Perdagangan Indonesia dengan Jepang selama Maret 2018 mencatatkan surplus sebesar USD 32,9 juta, lebih rendah dari surplus perdagangan bulan Maret tahun sebelumnya yang mencapai USD 298,5 juta. Hal ini disebabkan oleh defisit perdagangan non migas sebesar USD 175,8 juta, meskipun perdagangan migas mengalami surplus sebesar USD 208,8 juta. Secara kumulatif, perdagangan Indonesia dengan Jepang selama Triwulan I 2018 masih menghasilkan surplus sebesar USD 655,9 juta, lebih rendah dari surplus perdagangan pada Triwulan I 2017 sebesar USD 735,3 juta. Neraca perdagangan tersebut terdiri dari surplus migas sebesar USD 906,8 juta dan defisit non migas sebesar USD 250,9 juta.
Surplus Perdagangan Jepang Naik 30,9% di bulan April 2018
• Surplus perdagangan Jepang mencapai JPY 625,9 miliar pada April 2018, naik 30,9% (YoY), jauh melampui perkiraan pasar yang sebelumnya diprediksi hanya mencapai surplus sebesar

JPY 405,6 miliar. Namun demikian, secara kumulatif surplus neraca perdagangan Jepang selama Januari-April 2018 mencapai JPY 477 miliar, lebih rendah dibandingkan surplus pada Januari-April 2017 yang mencapai JPY 794 miliar (Trading Economics, 2018).

• Kinerja ekspor Jepang di bulan April 2018 mencapai JPY 6.822,3 miliar, naik 2,1% (MoM) atau 7,8% (YoY). Produk ekspor yang mengalami peningkatan signifikan antara lain ekspor peralatan transportasi yang meningkat sebesar 11,8%, didorong oleh peningkatan ekspor mobil (16,1% YoY), mesin-mesin naik 8,7% YoY yang didorong oleh peningkatan ekspor pembangkit listrik dan semicon machinery serta mesin-mesin elektronik yang naik 4,8% YoY
(Trading Economics, 2018).

• Di sisi impor, pada bulan April 2018, impor Jepang mencapai JPY 6.196,31 miliar tumbuh sebesar 5,9% YoY atau turun 0,6% MoM. Beberapa produk impor yang mengalami peningkatan antara lain impor bahan bakar mineral berupa minyak bumi naik 16,9% YoY, mesin-mesin listrik khususnya semi konduktor naik 5,3% YoY, bahan-bahan kimia naik 7,1%
YoY, mesin-mesin naik 14,1% YoY barang-barang manufaktur naik 9,6% YoY serta barang logam non besi yang naik 19,5% YoY (Trading Economics, 2018).

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ichwan Joesoef, Kepala ITPC Osaka
Septika Tri Ardiyanti, Wakil Kepala ITPC Osaka
Telp/Fax: 06-6947-3555/06-6947-3556
Email: ichwan.joesoef@kemendag.go.id
Email: septika.ardiyanti@kemendag.go.id

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.