Seminar Perizinan Investasi di Kyoto

11

KJRI Osaka bekerjasama dengan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) di Tokyo, Perwakilan Bank Indonesia di Tokyo, Jetro Kyoto, CCI Kyoto dan Bank of Kyoto menyelenggarakan Seminar “Indonesia Business Climate and Current Policies on Investment Permits ” di Gedung Bank of Kyoto tanggal 4 Desember 2017.

Seminar diikuti tidak kurang dari 60 peserta ini menghadirkan pembicara utama Deputi Kepala BKPM untuk Pelayanan Investasi, Ibu Lestari Indah, dan Kepala Perwakilan BI di Tokyo, Bapak Puji Atmoko. Sedangkan dari pihak Jepang menghadirkan Deputi Direktur Divisi Asia dan Oceania, Overseas Research Department Jetro Tokyo, Mr. Hideki Fujie, dan Manager Global Strategies Section. Planning Department, Nitto Seiko Co. Ltd., Mr. Tadashi Uehara.

Konjen RI Osaka Wisnu E. Pratignyo menyampaikan latar belakang pelaksanaan seminar ini bahwa banyak pebisnis Jepang menanyakan kepada KJRI Osaka perihal perizinan investasi di Indonesia dan berinisiatif mengundang narasumber yang terkait langsung dengan proses perizinan investasi untuk memaparkan kebijakan terkini, yakni pejabat BKPM.

Ibu Lestari Indah menyatakan seminar ini sangat relevan karena izin investasi di Indonesia sudah banyak disederhanakan dan dipermudah. Sedangkan Bapak Puji Atmoko memaparkan perihal iklim bisnis dan investasi di Indonesia yang prospektif dan meyakinkan peserta seminar bahwa berinvestasi di Indonesia aman dan menguntungkan.

Dari pihak Jepang, Mr. Hideki Fujie dari Jetro Tokyo yang pernah bertugas di Jakarta selama 5 tahun, membagi pengalamannya terkait bisnis maupun investasi di Indonesia. Mr. Fujie menegaskan bahwa kerjasama ekonomi dengan Indonesia sangat menguntungkan, terutama dalam 5 tahun terakhir dimana pembangunan Indonesia sangat pesat. Sedangkan Mr. Tadashi Uehara dari Nitto Seiko Co. Ltd menceritakan pengalaman puluhan tahun dirinya dan perusahaannya beroperasi di Indonesia dengan nama PT. Nitto Alam Indonesia (NAI), berdiri sejak tahun 1992 di Tangerang.

KJRI Osaka juga senantiasa mengundang pebisnis Jepang untuk melakukan penjajagan melihat langsung peluang bisnis dan investasi, melihat infrastruktur dan fasilitas yang tersedia di beberapa tempat di Indonesia sebelum memutuskan melakukan investasi.

a (5)

a (4)

a (3)

a (2)

a (1)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.