Kiprah WNI di Panti Lansia dan Sekolah Bahasa Jepang Hapinesu Fukushikai di Prefektur Ehime

“Indonesia terus melakukan peningkatan kompetensi teknis dan bahasa bagi kandidat perawat untuk dapat bersaing dengan perawat asing lainnya dan terserap lebih banyak lagi di Jepang,” demikian disampaikan Konjen RI Osaka pada sambutan pembukaan resepsi dengan perawat panti lansia dan pelajar bahasa Jepang asal Indonesia di Hapinesu Fukushikai di kota Niihama, 1 November 2017. Ditekankan pula agar perawat dan pelajar Indonesia terus tekun bekerja dan belajar dalam meningkatkan kemampuan diri sebaik mungkin, saling membantu, dan senantiasa mematuhi aturan setempat.

 

Resepsi yang juga dihadiri oleh Walikota Niihama, Mr. Ishikawa Katsuyuki, dan pimpinan Hapinesu Fukushikai, Mr. Nagano Fumihiko, beserta jajarannya, merupakan acara puncak dari kunjungan dan pertemuan KJRI Osaka dengan Hapinesu Fukushikai, lembaga yang menaungi berbagai fasilitas di kota Niihama, antara lain panti lansia, klinik kesehatan, hingga sekolah bahasa Jepang.

 

KJRI Osaka berkesempatan mengunjungi fasilitas panti lansia dan berinteraksi dengan para karyawan dan perawat Indonesia yang sedang membantu penghuni panti. Perbincangan dengan murid-murid sekolah bahasa Jepang asal Indonesia juga dilakukan pada saat kelas berlangsung.

 

Terdapat 25 perawat lansia asal Indonesia yang bekerja melalui program EPA di Hapinesu. Sementara itu, ada 37 pelajar Indonesia yang saat ini sedang belajar bahasa Jepang diiringi kerja paruh waktu di fasilitas kesehatan Hapinesu. Baik penghuni panti maupun karyawan lainnya memberikan apresiasi positif atas kehadiran dan kontribusi para perawat dan pelajar Indonesia di Hapinesu Fukushikai.

 

Diharapkan ke depannya kerja sama kesehatan Indonesia-Jepang memungkinkan diterimanya lulusan sekolah bahasa dengan pengalaman kerja di fasilitas kesehatan untuk langsung bekerja di panti lansia di Jepang.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.