Antusiasme WNI pada Diskusi Kewarganegaraan RI di Mie dan Okayama

9

Pertanyaan seputar status kewarganegaraan anak hasil perkawinan campur, tata cara perolehan kewarganegaraan RI, hak warisan hingga kepemilikan kartu identitas bagi WNI di luar negeri banyak muncul pada Sosialisasi Peraturan terkait Kewarganegaraan RI di Mie dan Okayama pada tanggal 23-24 September 2017.

“Kegiatan rutin ini dilakukan guna memberikan pemahaman bagi WNI yang telah lama bermukim di Jepang akan peraturan kewarganegaraan RI, termasuk hak dan kewajiban yang dimiliki. Karenanya, forum ini harus dimanfaatkan dengan banyak bertanya dan berdiskusi sehingga bila ada masalah dapat langsung dicarikan solusinya,” demikian disampaikan oleh Konjen RI Osaka dalam sambutan pembukaan.

Sebagai narasumber utama, Dirjen Administrasi Hukum Umum, Kemenkumham RI, mengingatkan kembali pentingnya memahami status kewarganegaraan melalui UU No. 12 Tahun 2006, khususnya guna melindungi anak hasil perkawinan campur maupun yang lahir di luar wilayah Indonesia.

Selain itu, maraknya pencari suaka asal Indonesia di Jepang akhir-akhir ini karena alasan ekonomi juga menjadi perhatian mengingat proses pendaftaran suaka tersebut dapat menyebabkan hilangnya kewarganegaraan RI yang dimiliki seorang WNI.

Karena itu, masyarakat Indonesia diingatkan untuk berhati-hati agar tidak sampai kehilangan kewarganegaraan RI akibat ketidaktahuan maupun iming-iming kesempatan kerja di Jepang dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Antusiasme warga yang hadir nampak dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan sosialisasi. Terkait Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN), WNI yang hadir akan melakukan registrasi guna mendapatkan KMILN sebagai pengganti KTP bagi WNI yang bermukim di luar wilayah Indonesia.

Di sela-sela kegiatan sosialisasi, telah diselenggarakan pula pelayanan Warung Konsuler berupa lapor diri, pembuatan paspor, dan penerbitan surat keterangan lahir bagi WNI di wilayah Okayama dan sekitarnya. (Sumber: KJRI Osaka)

a (6)

a (5)

a (4)

a (3)

a (2)

a (1)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.