Mendikbud RI Buka Festival Film Indonesia di Osaka 2017

99

Lima film Indonesia diputar di Cinemart, Shinsaibashi dari tanggal 22 – 24 September 2017 dalam kegiatan Festival Film Indonesia (FFI) di Osaka. FFI Osaka tahun ini adalah untuk yang ke-6 kalinya diselenggarakan oleh KJRI Osaka. Tahun ini lebih istimewa karena untuk pertama kalinya diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sebuah kehormatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bapak Muhadjir Effendy berkenan untuk membuka FFI Osaka 2017 dalam opening ceremony yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2017.

Mengawali acara pembukaan, Konjen RI Osaka menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam penyelenggaraan FFI Osaka 2017, diantaranya Kemdikbud, Pemerintah Kota Osaka, Cinemart Shinsaibashi dan Osaka Asian Film Festival (OAFF). Dalam kesempatan tersebut, mewakili Pemkot Osaka, Mr. Tadashi Mizobuchi, Manager Hubungan Internasional, membacakan pesan dari Walikota Osaka yang sangat menyambut baik kegiatan FFI Osaka 2017. Opening Ceremony FFI Osaka 2017 dihadiri oleh undangan dari kalangan diplomatik; pejabat Pemerintah Prefektur dan Kota Osaka, Sakai dan Wakayama; sineas di Osaka, asosiasi persahabatan Indonesia – Jepang; Indonesianist; sanggar budaya; media; dan pelajar Indonesia. Para undangan dihibur oleh Tari Bali dan disuguhi makanan khas Indonesia, selain dilakukan penarikan door prize berupa souvenir kerajinan Indonesia. Hadir pula dalam FFI Osaka 2017, Aji Santosa pemeran Dahlan dalam “Sepatu Dahlan” dan produser film “The Mirror Never Lies”, Anastasia Rina Damayanti.

FFI Osaka 2017 bermaksud menunjukkan kepada masyarakat Jepang berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat Indonesia, dari kehidupan anak-anak  Indonesia jaman dulu pada umumnya melalui cerita inspiratif “Sepatu Dahlan” hingga kehidupan modern, hingar bingar dan kehidupan anak muda masa kini melalui film “Toba Dreams” dan “Ada Apa Dengan Cinta 2”; kecintaan Indonesia pada kopi melalui film “Filosofi Kopi” dan keindahan alam Indonesia melalui film “The Mirror Never Lies”. Setting lokasi di Wakatobi (The Mirror Never Lies), Yogyakarta (Ada Apa Dengan Cinta 2),  Danau Toba (Toba Dreams), Pegunungan Ijen (Filosofi Kopi) adalah juga sarana promosi destinasi pariwisata yang dikemas dalam bentuk film.

Selama penyelenggaraan FFI Osaka 2017, sambutan masyarakat Jepang sangat baik, dengan okupasi tempat duduk di sinema lebih dari 70% bahkan 100% untuk film Filosofi Kopi dan Ada Apa Dengan Cinta 2.

1 2 3 4 5 6 7 8 10 13
16

15

14

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.