Indonesia Tawarkan Investasi Industri Perkapalan Kepada Jepang

9

Dalam rangka mendukung prioritas pemerintah membangun toll laut dan menjadikan Indonesia poros maritim dunia, KJRI Osaka berinisiatif menyelenggarakan seminar mengenai kebijakan industri perkapalan dan industri komponen kapal di Indonesia. Seminar dilaksanakan di kota Imabari, Jepang, 1 Agustus 2017. Imabari merupakan salah satu kota galangan kapal dan pusat industri komponen kapal di Jepang.

Hadir sebagai narasumber utama Dirjen Industri ILMATE (Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika) I Gusti Putu Suriawan, didukung Ketua IPERINDO (Ikatan Perusahaan Industri Kapal Indonesia) Eddy K. Logam, Ketua PIKKI (Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia) Ekki Komaruddin, dan Kepala IIPC Tokyo (Indonesian Investment Promotion Centre) Saribua Siahaan.

Dalam sambutannya di hadapan 53 undangan yang hadir, Konjen RI Osaka menawarkan peluang yang terbuka lebar dalam pembangunan industri perkapalan, seperti infrastruktur pelabuhan, galangan kapal, galangan perbaikan kapal, komponen kapal, pelayaran angkutan barang dan penumpang, serta industri pendukungnya. Digambarkan bahwa dengan ribuan pulau dan luas lautannya, industri perkapalan dan pelayaran di Indonesia belum seefisien di Jepang yang sama-sama negara kepulauan. Efisiensi diperlukan untuk mendorong peningkatan ekonomi.

Dirjen Ilmate membenarkan bahwa Indonesia sedang giat membangun industri perkapalan dan komponennya untuk mewujudkan sebagai poros maritim. Digambarkan pula bahwa kapal-kapal di Indonesia umumnya berusia tua dan tidak efisien lagi serta 70% kawasan industri komponen kapal berada di Pulau Jawa. Karena itu ditawarkan kepada pengusaha Jepang ikut membangun industri perkapalan dan komponennya di luar Pulau Jawa dengan tawaran lahan, fasilitas infrastruktur dan tenaga kerja yang lebih murah.

Sedangkan Ketua IPERINDO dan Ketua PIKKI sama-sama menegaskan bahwa saat ini adalah waktu terbaik bagi pengusaha perkapalan dan komponen kapal Jepang berinvestasi di Indonesia karena perekonomian yang terus positif telah menjamin keberlangsungan investasi asing di Indonesia. Keduanya juga bersedia menjadi mitra dan perantara bagi pengusaha Jepang yang ingin berinvestasi di Indonesia. Sementara itu, Kepala IIPC Tokyo berupaya meyakinkan pengusaha Jepang bahwa pemerintah Indonesia lebih terbuka dan mendukung investor asing dengan mempermudah proses perizinan investasi.

9

5

1

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.