Diskusi Pejabat Imigrasi Seluruh Jepang Bahas Masyarakat Indonesia di Jepang

9

Memenuhi undangan Osaka Regional Immigration Bureau, Konjen RI Osaka telah memberikan paparan terkait kondisi terkini di Indonesia maupun keadaan masyarakat Indonesia yang tinggal menetap di Jepang pada tanggal 26 Juli 2017 di kantor Osaka Regional Immigration Bureau di Suminoe, Osaka.

Dalam briefing dan diskusi yang dihadiri oleh lebih dari 30 orang pejabat imigrasi Jepang, mewakili 8 (delapan) biro kantor imigrasi di seluruh Jepang, serta pejabat Kansai International Airport, Konjen RI Osaka menjelaskan situasi politik dan ekonomi di Indonesia yang berkembang stabil, kesejahteraan masyarakat, tenaga kerja Indonesia domestik dan luar negeri, peningkatan jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang, serta keragaman masyarakat Indonesia di Jepang.

Meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang selama beberapa tahun terakhir, tidak terlepas dari perbaikan ekonomi masyarakat Indonesia, dibarengi fasilitas bebas visa ke Jepang bagi pemegang paspor elektronik dan beragamnya pilihan penerbangan dengan harga ekonomis ke Jepang. Namun, kemudahan bepergian ini adakalanya dimanfaatkan sekelompok orang untuk mencari kesempatan hidup dan tinggal di Jepang yang tidak sesuai dengan izin masuk yang diberikan.

Selain itu, berdasarkan data pihak Imigrasi Jepang, pada tahun 2016, Indonesia telah menjadi negara dengan pemohon aplikasi visa pengungsi terbanyak di Jepang yaitu lebih dari 1.800 orang, melonjak dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Alasan terbanyak yang digunakan adalah terkait masalah ekonomi. Sedangkan, jumlah WNI overstay telah mencapai lebih dari 2.000 orang pada tahun 2016.

Dalam diskusi selama lebih dari satu jam tersebut, pembahasan lintas topik banyak membahas isu-isu imigrasi, kekonsuleran, dan perlindungan warga negara. Sebelumnya, Konjen RI Osaka telah diterima oleh Director General Osaka Regional Immigration Bureau, Mr. Hiroshi Fukuyama, di ruang kerjanya. Pertemuan pejabat Imigrasi seluruh Jepang dengan menghadirkan Kepala Perwakilan negara asing sebagai narasumber baru pertama kali diadakan. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat, terutama dalam menangani isu-isu imigrasi dan perlindungan warga. (Sumber: KJRI Osaka)

a (1)

a (2)

a (3)

a (4)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.