Cari Pasar Baru, KJRI Osaka Selenggarakan Seminar dan Business Matching Industri Kelapa Sawit di Jepang

9

Guna mencari pasar baru produk kelapa sawit dan produk turunannya ke Jepang, KJRI Osaka bekerjasama dengan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Osaka, didukung oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) wilayah Kansai, Federasi Ekonomi Kansai (Kankeiren), Jetro Osaka, dan Osaka International Business Promotion Centre (OIBPC) menyelenggarakan Seminar dan Business Matching bertema “Industri Kelapa Sawit Indonesia – Peluang Untuk Jepang”, di Rihga Royal Hotel Osaka, 13 Juli 2017.

 

Selain itu, seminar juga untuk menyebarluaskan kebijakan baru pemerintah Indonesia tentang industri kelapa sawit yang ramah lingkungan guna menanggapi kampanye negatif pihak-pihak tertentu tentang industri kelapa sawit Indonesia yang berkembangan akhir-akhir ini. Seminar dihadiri 86 orang dan mendengarkan paparan Arlinda (Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemdag RI) dan Bayu Krisnamurthi (Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia).

 

Sedangkan business matching dilaksanakan beberapa perusahaan dan asosiasi kelapa sawit Indonesia dengan calon mitranya dari Jepang. Perusahaan-perusahaan Indonesia dimaksud adalah PT. Wilmar Group, PT. Tunas Baru Lampung, PT. Smart, Asosiasi Produsen Biofuel (APROBI) dan Asosiasi Cangkang Sawit Seluruh Indonesia (APCASI).

 

Dalam sambutannya, Konjen RI Osaka Wisnu E. Pratignyo, Dirjen PEN Arlinda dan Ketua Perhepi Bayu Krisnamurthi menekankan hal yang sama bahwa produksi kelapa sawit di Indonesia terus meningkat dan menyerap tenaga kerja lebih  dari  5  juta  orang.  Kelapa sawit bahkan menghasilkan biomass dan biofuel untuk energi yang terbarukan. Selain harganya murah, minyak sawit juga sangat baik digunakan dalam berbagai produk makanan dan kosmetik. Indonesia menilai Jepang memiliki kapasitas untuk mengembangkan industri hilir seperti produk makanan serta produk komestik dan kecantikan lainnya, bahkan untuk pembangkit energi.

 

Bayu Krisnamurthi secara komprehensif menjelaskan industri kelapa sawit mulai dari sisi perkebunan hingga manfaat sawit bagi industri turunannya. Ditegaskan pula bahwa dampak negatif kebun sawit terhadap lingkungan tidak separah yang disampaikan oleh media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang melihat dari sudut pandang mereka sendiri. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa harga minyak sawit yang lebih murah dapat menjadi salah satu sumber bahan bakar terbarukan, yakni biodiesel/biofuel. Jepang sebagai negara produsen otomotif dan industri mesin dapat memanfaatkan biofuel dari minyak sawit untuk industri mereka.

a (1)

a (3)

a (4)

a (5)

a (6)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.