Tari dan Gamelan Bali Pikat Masyarakat Kansai di “Kansai Bali Dance Festival ke-9” di Kishiwada

9

Bertempat di Kuil Kishiki, Kishiwada, pada tanggal 3 Juni 2017 kembali dilaksanakan Kansai Bali Dance Festival yang ke-9. Kegiatan tersebut dibuka oleh Walikota Kishiwada dan Konjen RI Osaka. Kumandang gamelan Bali dan kemeriahan Tari Bali yang dibawakan oleh sanggar tari dan gamelan Bali di wilayah Kansai memikat para penonton yang semakin sore semakin banyak berdatangan. Hampir keseluruhan pengisi acara adalah warga Jepang yang telah sangat fasih menari dan menabuh gamelan Bali.

Kegiatan diawali dengan pawai tabuhan gendang dan gamelan dengan berjalan sekitar 1.5 km dari Stasiun Takojizo menuju Kuil Kishiki. Sebanyak 10 tarian Bali mengisi acara yang berlangsung hingga pukul 8 malam. Tarian yang ditampilkan diantaranya Tari Pendet, Jaya Semara, Kembang Girang, Nelayan, Legong Playon, Joged Bumbung, Wiranijaya, Rejang Renteng, Rejang Dewa, Garuda Wisnu. Tarian Joged Bumbung bersifat interkatif dan mengajak para penonton untuk turut tampil menari.

Selain menyaksikan penampilan kesenian, para pengunjung dapat menikmati berbagai kuliner di tenda-tenda bazaar seputar area acara. DWP KJRI Osaka turut mengisi bazaar dengan menyajikan aneka makanan kecil dan minuman tradisonal Indonesia, nasi goreng, siomay dan kerajinan tangan serta batik. Informasi mengenai destinasi pariwisata baik Bali maupun “10 Bali Baru” turut dipromosikan oleh KJRI Osaka.

Guna memperoleh masukan terkait persepsi masyarakat Jepang terhadap Indonesia, KJRI Osaka menyebarkan angket kepada para pengunjung yang juga diundi untuk mendapatkan hadiah berupa 2 kerajinan perak Indonesia dan 1 tiket penerbangan Osaka – Denpasar pulang pergi.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang meriah dari masyarakat seputar Kansai dan merupakan kegiatan yang dinanti-nanti dari tahun ke tahun.

a (1)

a (4)

a (6)

a (10)

a (11)

a (21)

a (22)

a (29)

a (30)

a (32)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.