Seminar Ketenagakerjaan Indonesia di Jepang Bahas Peluang dan Tantangan Masa Depan

9

Tenaga kerja dan pemagang Indonesia di Jepang antusias menghadiri Seminar Ketenagakerjaan di Luar Negeri dan Sosialisasi UU Pemagang Asing di Jepang yang diadakan oleh KJRI Osaka di Osaka dan Hiroshima, 13-14 Mei 2017. Hadir sebagai narasumber adalah Kepala BNP2TKI, Direktur Konsuler-Kemlu RI, Konsultan Hukum KJRI Osaka, dan Kepala BNI Tokyo.

Para tenaga kerja Indonesia di wilayah Jepang bagian barat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan pertemuan dan sosialisasi ini sebaik mungkin untuk berdiskusi terkait hak dan kewajiban serta hal ketenagakerjaan lainnya, demikian disampaikan Konjen RI Osaka dalam sambutan pembukaan seminar.

Sebagai pembicara utama, Kepala BNP2TKI menyampaikan kebijakan Pemerintah RI terkait penghentian penempatan TKI informal/domestik dan diarahkan pada peningkatan penempatan TKI formal/berkompetensi, dengan sektor prioritas yaitu kesehatan (perawat/caregiver), konstruksi, hospitality, dan manufaktur. Untuk itu, upaya peningkatan kompetensi para tenaga kerja Indonesia harus senantiasa dilakukan, melalui kemampuan bahasa dan teknis.

Berkenaan dengan perlindungan WNI di luar negeri, Direktur Konsuler-Kemlu RI antara lain menekankan kembali pentingnya memastikan kelengkapan dan keaslian dokumen, mengikuti prosedur bekerja yang benar, memahami peraturan negara setempat, menghindari status sebagai overstayer atau mengajukan suaka, serta selalu melakukan lapor diri kepada Perwakilan RI terdekat.

Sementara itu, Konsultan Hukum KJRI Osaka memberikan paparan terkait hak dan kewajiban pekerja asing di Jepang, termasuk pensiun, asuransi kesehatan, hak cuti, maupun hal yang perlu dilakukan apabila terjadi kecelakaan kerja. Adapun Kepala BNI Tokyo menyampaikan layanan BNI terkait pengelolaan keuangan, tabungan, dan remitansi bagi WNI di Jepang.

Di sela-sela kegiatan seminar, rombongan BNP2TKI dan Kemlu RI telah mengadakan pertemuan dengan beberapa mitra terkait di Jepang, antara lain Overseas Human Resources and Industry Development Association (HIDA), Japan Indonesia Business Associastion (JIBA), dan PASONA, serta mengadakan kunjungan ke pelatihan Japan International Corporation of Welfare Services (JICWELS) di Osaka maupun bertemu dengan para perawat/caregiver Indonesia di Tenjinkai Nursing Home di Okayama. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan kesempatan berkarir bagi tenaga kerja Indonesia di Jepang, termasuk di sektor konstruksi dan housekeeping.

Pelayanan kekonsuleran berupa warung dan survei konsuler juga diselenggarakan di Hiroshima sebagai bagian dari upaya pembinaan dan perlindungan masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI Osaka.

Kegiatan seminar ketenagakerjaan yang dihadiri oleh total lebih dari 100 orang tenaga kerja, perawat/caregiver, pekerja profesional, dan mahasiswa serta masyarakat umum Indonesia dilaksanakan sebagai upaya sosialisasi/diseminasi informasi terkait peluang ketenagakerjaan di Jepang sekaligus mengetahui proses maupun tantangan yang dihadapi para tenaga kerja Indonesia. (Sumber: KJRI Osaka)

a (1)

a (2)

a (4)

a (5)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.