Business Lunch Konjen RI Osaka, Gubernur Shiga dan Asosiasi Bisnis di Shiga

9

Konjen RI Osaka Wisnu E. Pratignyo melakukan business lunch bersama Gubernur Shiga Mr. Tazio Mikazuki dan para ketua asosiasi bisnis di Kota Otsu, Prefektur Shiga, 1 Maret 2017. Sambil makan siang, mereka membicarakan peluang peningkatan ekonomi RI-Jepang, khususnya dengan Shiga.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan misi dagang Shiga ke Indonesia pada 7 November 2016 lalu. Saat itu sebanyak 13 pengusaha dari Prefektur Shiga melihat langsung peluang dan potensi bisnis di Indonesia dan bertukar informasi dengan Kadin Indonesia dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang.

Dalam acara ini, Konjen RI Osaka mengundang Gubernur Shiga untuk berkunjung ke Indonesia sebagaimana yang pernah dilakukan Gubernur Osaka, Hiroshima, Ehime, Okayama, Hyogo dan Wakayama pada tahun 2015-2016. Konjen RI Osaka juga menambahkan bahwa sampai Maret 2017 ini delegasi dagang dari Osaka, Hiroshima dan Fukui telah berkunjung ke Indonesia untuk melakukan kontak bisnis langsung dengan pengusaha Indonesia dan mengharapkan kunjungan Gubernur dan pengusaha Shiga kiranya dapat dilakukan saat Trade Expo Indonesia (TEI), Oktrober 2017.

Sebaliknya, Gubernur Mikazuki menyampaikan keunggulan potensi ekonomi Shiga dibanding prefektur lainnya di Jepang, antara lain letak strategisnya di Jepang Tengah dan tidak jauh dari airport internasional di Osaka (Kansai International Airport/KIX) dan Nagoya (Chubu International Airport/), masing-masing hanya membutuhkan sekitar 1,5 jam kendaraan. Gubernur menambahkan bahwa selain pusat industri, Shiga melaksanakan pameran terkait teknologi lingkungan hidup dan pengelolaan air di Danau Biwa. Untuk itu Gubernur menjanjikan memberi booth gratis bagi pengusaha Indonesia di bidang lingkungan yang berminat ikut serta.

Sedangkan Mr. Yoshio Daido dari Federation of Shiga Economic Organization sebagai ketua misi dagang Shiga ke Indonesia pada 7 November 2016 lalu menyampaikan kesannya, dimana Indonesia sangat berpotensi untuk produk Jepang karena sedang mengembangkan infrastrukturnya, serta penduduknya sangat enerjik dan sangat bisa menerima investasi dari Jepang.

1 (4)

1 (6)

1 (3)

1 (1)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.