Promosi Pariwisata Indonesia dan ASEAN di Japan Foundation Kansai Osaka

9

Kekayaan budaya Indonesia dan negara-negara ASEAN turut dipromosikan pada Fureai Kouryu Matsuri (Institute Open Day Festival) yang diadakan oleh The Japan Foundation, Japanese-Language Institute Kansai (JFKC), di Tajiri-cho, Osaka pada Rabu (23/11).
Stand Indonesia menarik perhatian cukup banyak pengunjung festival. Antusiasme pengunjung ditunjukkan dengan berbagai pertanyaan seputar Indonesia, terutama terkait objek wisata di Indonesia. Bali ternyata masih menjadi salah satu daya tarik utama wisata Indonesia bagi masyarakat Jepang. Banyak pengunjung ingin mengunjungi Pulau Dewata, sementara beberapa di antaranya sudah pernah berkunjung dan ingin datang kembali.
“Saya pernah berkunjung ke Bali, lima tahun yang lalu. Saya pergi ke Nusa Dua, pantainya indah sekali. Saya juga snorkeling di Bali,” ujar salah satu pengunjung ketika ditanya pengalamannya mengunjungi Indonesia.
“Saya suka sate, nasi goreng, dan mi goreng. Enak sekali,” jawab pengunjung lainnya saat ditanya pendapatnya mengenai makanan Indonesia.
Para pengunjung juga tertarik dengan souvenir berupa kipas tangan yang dibuat dari kain batik. Pengunjung anak-anak pun tertarik memainkan alat musik khas Jawa Barat, Angklung, yang turut pula dipamerkan di stand Indonesia.
“Festival kali ini melibatkan 10 organisasi lokal di Tajiri-cho dan sekitarnya,” ujar salah satu staf bagian pendidikan di JFKC. Kesepuluh organisasi tersebut turut memeriahkan festival dengan berbagai kegiatan seperti kaligrafi, seni melipat kertas (origami), upacara minum teh, praktik mengenakan kimono, dan berbagai permainan untuk anak-anak.
Selain melibatkan berbagai organisasi dan klub, ada kurang lebih 15 stand yang dibuka oleh para peserta program pelatihan yang diadakan oleh JFKC. Stand Indonesia sendiri diorganisasi oleh dua orang diplomat Kemlu yang sedang berpartisipasi dalam program Japanese Language Program for Foreign Service Officer and Government Official 2016-2017 (DLGL).
Di samping promosi tentang pariwisata Indonesia, bersama para peserta program DLGL 2016 dari Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam, diplomat Kemlu turut pula memperkenalkan ASEAN kepada para penonton festival melalui video selama kegiatan berlangsung.
Sebelum festival dimulai, diadakan peragaan busana nasional yang dimotori oleh Tajiri-cho International Club. Busana nasional Indonesia dari Sumatera Barat dan Jawa Tengah turut ditampilkan dan mencuri perhatian banyak pengunjung.
Festival yang diselenggarakan untuk memperingati hari berdirinya JKFC yang ke-19 tersebut dibuka oleh Direktur Eksekutif JFKC, Osamu Akagi, dan dihadiri lebih dari 300 orang pengunjung yang berasal dari Osaka dan sekitarnya. (RSA/TSW)

3

4

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.