Diskusi dengan Tenaga Magang/Kenshusei Asal Indonesia tentang Perkembangan Kebijakan Ketenagakerjaan dan Peluang Bisnis

9

Rancangan Undang Undang (RUU) terkait tenaga magang asing saat ini tengah dibahas oleh Pemerintah Jepang dan diperkirakan akan diberlakukan antara November dan Desember 2016. RUU tersebut akan memperbaiki Undang Undang yang berlaku saat ini, antara lain akan mengatur masa pemagangan yang semula 3 tahun dapat diperpanjang menjadi 5 tahun melalui ujian praktek kerja serta peningkatan bantuan modal yang diberikan pada akhir masa magang dari 600.000 Yen menjadi 1.000.000 Yen.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO IM Japan (International Manpower Development Organization Japan – lembaga pemerintah penyalur tenaga magang asing), Mr. Kyoei Yanagisawa dalam diskusi tentang “Perkembangan Kebijakan Ketenagakerjaan dan Peluang Bisnis bagi Tenaga Magang Indonesia” pada 8-9 Oktober 2016 di Osaka dan Hiroshima.

Para pemagang menyampaikan sejumlah pertanyaan seputar RUU tersebut antara lain materi yang akan diuji dalam ujian praktek, peluang kerja tetap di Jepang dan jenis sektor industri yang terbuka bagi pemagang asing. Para pemagang menyambut baik rencana revisi peraturan tenaga magang asing oleh pemerintah Jepang dan mengharapkan diskusi lebih lanjut khususnya setelah RUU tersebut resmi diberlakukan.

Para pemagang Indonesia juga mendapatkan pembekalan tentang kiat-kiat membangun bisnis dari General Manager (GM) BNI Tokyo, Eko Setyo Nugroho dan Ketua IKAPEKSI Edi Wardoyo. GM BNI Tokyo berbagi informasi tentang perencanaan keuangan dan fasilitas perbankan bagi pengembagan usaha. Sementara itu, Ketua IKAPEKSI menawarkan sejumlah program pengembangan bisnis bagi pemagang yang telah kembali ke Indonesia, antara lain sekolah bisnis dan inkubator bisnis (pendampingan bagi start up bisnis oleh pelaku usaha berpengalaman).

Para pemagang Indonesia menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penyelenggaraan diskusi ini. Tercatat sekitar 120 pemagang menghadiri kegiatan diskusi di Osaka, sementara pertemuan di Hiroshima dihadiri oleh sekitar 70 pemagang. Penyelenggaraan diskusi di Hiroshima juga dioptimalkan untuk pelayanan outreach kekonsuleran kepada WNI setempat. Sekitar 70 WNI diberikan pelayanan termasuk pergantian paspor dan lapor diri.

diskusi-di-osaka-2

diskusi-hiroshima-2

pelayanan-2

pelayanan-kekonsuleran-di-hiroshima-2

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.