Festival Tari Bali Memeriahkan Musim Panas di Kota Kishiwada Jepang

9

Festival seni dan tari Bali “Bali Dance Festival” (BDF) yang sudah berlangsung ke-8 kalinya telah menjadi even budaya yang dinanti-nantikan masyarakat Jepang di Kota Kishiwada dan sekitarnya. Sebanyak lebih dari 800 penonton Jepang nampak padat memenuhi area halaman Kuil Kishiki untuk menyaksikan berbagai tarian dan tabuhan gamelan Bali yang ditampilkan oleh 7 sanggar kesenian Bali yang berada di wilayah Kansai, Jepang; Chandra Baskara; Pitha Maha, Purnama Sari, Margahayu, Padma Sari, Sanuki Sari, dan Manik Kusuma.

Tarian-tarian Bali ditampilkan oleh Warga Jepang yang sangat mencintai budaya Indonesia khususnya Bali, dan sebagian besara telah mendalami budaya Bali selama lebih dari 6 tahun bahkan sampai 20 tahun. Bali Dance Festival ke-8 yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2016 tersebut juga turut dimeriahkan oleh kehadiran tim seni tari dan budaya dari Kabupaten Badung Bali yang memperoleh sambutan meriah dari para penonton yang hadir.

Para penonton yang hadir menyatakan datang ke BDF seperti layaknya merasakan suasana Bali di Jepang, dan telah menjadi beberapa kali hadir menyaksikan BDF. Festival Seni Tari Bali tersebut dibuka oleh Walikota Kishiwada Yoshinoro Shigi dan Konjen RI Osaka di Osaka. Dalam sambutan Pembukaannya Walikota Kishiwada menyambut baik pelaksanaan “Bali Dance Festival” sebagai festival tahunan yang dinantikan oleh masyarakat Kota Koshiwada dan sekitarnya, serta menandakan Kishiwada sebagai kota yang terbuka terhadap budaya tradisional dari negara lain.

Seperti tradisi setiap tahunnya, BDF diawali oleh parade “Baleganjur” mengelilingi Kishiki Shrine, dilanjutkan dengan penampilan tari-tarian antara lain Gabor, Kembang Girang, Topeng Dalem, Merak Angelo, Margapati, Gora Merdawa dan penampilan tim tari dari Kabupaten Badung. Selain tarian Bali, juga ditampilkan kesenian khas kota Kishiwada “Danjiribayashi” yang ditampilkan oleh kelompok pemujda “Uemachi Seinendan” sebagai bentuk keharmonisan seni budaya kedua bangsa. Selain kesenian, para pengunjung yang datang juga dapat menikmati makanan khas dan cindera mata asal Indonesia dalam bazaar yang dilaksanakan bersamaan,

Kesuksesan pelaksanaan BDF selama delapan tahun berturut ini merupakan salah satu bukti besarnya apresiasi dan perhatian masyarakat Jepang terhadap seni budaya Bali yang tidak hanya terlihat dari banyaknya sanggar Tari Bali yang bermunculan dan ketertarikan masyarakat Jepang untuk mempelajari tari tradisional Bali, namun juga dari padatnya pengunjung yang datang untuk menyaksikan pagelaran seni tari tersebut.

Tim Kesenian dari Kabupaten Badung sehari sebelumnya (3 Juni 2016) juga telah tampil pada Panggung Kebudayaan Bali di Kota Kishiwada Jepang dihadapan sekitar 200 penonton Jepang. tampilan tarian Sekar Jepun, Tari Baris Tunggal, Tari Topeng Keras, Tari Cendrawasih, Tari Topeng Tua, Tari Jauk Manis.

kishiwada (3)

kishiwada (9)

kishiwada (12)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.