Kerjasama restorasi lahan gambut di Indonesia

9

Pada tanggal 25 April 2016, Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia, Universitas Kyoto dan National Institutes for the Humanities (NIHU), membuat pernyataan bersama untuk melakukan kerjasama yang berfokus pada penelitian dan pilot action research terhadap restorasi lahan gambut dan keberlanjutan penggunaan lahan gambut di Indonesia. Hadir dalam kegiatan yang diadakan di Kampus Yoshida Universitas Kyoto adalah Kepala BRG, President of Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Universitas Kyoto, Director of Research Institute for Humanity and Nature, Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Propinsi Riau dan Konsul Jenderal RI di Osaka.
Dalam kesempatan tersebut Kepala BRG menyatakan bahwa BRG memiliki mandat untuk melakukan restorasi lahan gambut seluas 2.26 juta hektar lahan gambut dalam waktu 5 tahun dengan berfokus di 7 propinsi utama. Dua program utama yang akan dilakukan adalah program pembasahan lahan gambut yang sudah kering; dan program penanaman kembali lahan gambut dengan tanaman yang dapat tumbuh subur di lahan gambut, dengan demikian memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar yang nantinya akan mengelola lahan gambut tersebut. Di tahun 2016, akan fokus pada 4 daerah yaitu Kalimantan Selatan (Pulau Pisau), Sumatera Selatan (Musi Bayuasin), Sumatera Selatan (Ogan Komering Ilir) dan RIau (Meranti, Bengkalis).
Kerjasama yang dilakukan dengan Univeristas Kyoto dan NIHU ini merupakah salah satu upaya untuk memperkuat program riset yang dapat memberikan hasil nyata (real action) bagi masyarakat yang didukung oleh riset. Masalah degradasi lahan gambut di dunia sesungguhnya merupakan masalah bersama, sehingga diharapkan kerjasama ini juga nanti akan meluas dan melibatkan univeristas lainnya, serta insititusi lain di Jepang dan di luar Jepang dalam hal antara lain bantuan teknis, pertukaran keahlian dan lain-lain.
Pihak-pihak yang terlibat tersebut bersepakat menuangkan pernyataan bersama tersebut secara lebih detail dalam MoU yang diharapkan dapat ditandatangani pada bulan Juni 2016 di Jakarta.

IMG_2136

IMG_2173

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.