Menjajaki Kerja Sama di Bidang OTOP dan Infrastruktur Desa Tertinggal : Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Berkunjung ke Ehime

9

Sebagai upaya untuk menjajaki kerja sama di bidang pembangunan desa dan daerah tertinggal khususnya pengembangan One Tambon One Product, Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi telah melakukan kunjungan kerja ke Prefektur Ehime pada tanggal 11-12 November 2015.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi telah melakukan melihat Mobil Pemadan Kebakaran, Ambulans yang akan dihibahkan ke Indonesia, melakukan pertemuan dengan Gubenur Ehime, melakukan pertemuan dan diskusi dengan mahasiswa Indonesia di Ehime serta melakukan kunjungan ke Ehime Research Institute of Agriculture, Forestry and Fisheries Fruit Tree Research.

Dalam pertemuan dengan Gubenur Ehime, Menteri PDT menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan Jepang khususnya Prefektur Ehime dapat terus ditingkatkan khususnya dalam upaya Pemerintah Indonesia untuk mengentaskan 132 kabupaten tertinggal, pembangunan infrastruktur di wilayah/pulau-pulau terluar/”Border Development” dan mengembangkan OTOP di wilayah transmigrasi. Sedangkan Gubenur Ehime menyampaikan bahwa kerja sama antara Preketur Ehime telag dilakukan dalam beberapa bidang antara lain pemberian hibang ambulans dan mobil pemadam kebakaran kepada Kabupaten Bantaeng, MoU antara Universitas Ehime dengan Universitas Hassanudin dengan pengiriman 40 mahasiswa Indonesia untuk belajar di Universitas Ehime setiap tahunnya, pelaksanaan Ehime Cycling yang selalu mendapatkan dukungan Indonesia dan kerja sama olah raga melalui kunjungan Maestro Bulu Tangkis Indonesia, Rudy Hartono yang melaksanakan workshop singkat di Ehime.

Dalam pertemuan dengan mahasiswa Indonesia, Menteri PDT menyampaikan harapan agar, para mahsiswa dapat turut menyumbangkan ide dari hasil penelitian di Jepang kepada Pemerintah khususnya untuk membantu pembangunan desa dan daerah tertinggal.

Sebagai bagian dari Kunjungan Menteri PDT juga melakukan kunjungan Ehime Research Institute of Agriculture, Forestry and Fisheries Fruit Tree Research. Dan mendapatkan penjelasan mengenai strategi Prefektur Ehime untuk mengembangkan produk Jeruk sebagai produk unggulan dengan mengembangkan varietas jeruk lokal yang unggul memalui penelitian selama 15 tahun.

4 (1)

4 (2)

4 (3)

4 (4)

4 (5)

4 (6)

4 (7)

4 (8)

4 (9)

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.