Pertunjukan Seni dan Tari Kolaborasi Jakarta Menuai Decak Kagum Masyarakat Osaka

20

Pada tanggal 14 November 2014 bertempat di ABC Hall, Osaka, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta telah menggelar Jakarta Art and Collaboration Performance 2014. Acara dibuka oleh sambutan dari KUAI RI Osaka, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Disparbud DKI Jakarta, Ahmad Gozali dan  Direktur Jenderal Biro Strategi Ekonomi, Pemerintah Kota Osaka, Masayuki Inoue.

 Pagelaran dihadiri oleh lebih dari 300 penonton yang terdiri dari wakil dari pejabat pemerintah, korps diplomatik di wilayah Osaka dan sekitarnya, asosiasi persahabatan, sanggar seni dan tari, akademisi, mantan peserta Darmasiswa dan BSBI, pebisnis dan kalangan masyarakat umum.  Kapasitas gedung pertunjukan sebanyak 308 orang terisi penuh dan bahkan terdapat beberapa penonton yang berdiri di belakang karena tidak kebagian tiket. Pagelaran musik dan tari yang menampilkan lebih dari 45 pemusik dan penari tersebut mampu memikat penonton yang hadir pada malam itu. Pagelaran bersifat kolaboratif yang tidak hanya menampilkan tari-tarian betawi, namun juga tarian dari berbagai wilayah di nusantara seperti tari Melayu, Kalimantan, Papua, dan Aceh, dan pertunjukan kolaborasi musik tradisional dan betawi. Penonton juga dihibur dengan lagu-lagu Indonesia dan Jepang yang ditampilkan oleh Hedi Yunus dan Ubiet Raseuki.

Para penonton terlihat antusias dan terlibat aktif dalam interaksi yang meminta penonton terlibat dalam tepuk tangan di dalam tarian aceh, maupun ikut menarikan poco-poco. Seusai pertunjukan banyak penonton yang menyampaikan kekaguman terhadap kekayaan dan keragaman budaya Indonesia dan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan pagelaran acara tersebut. Mereka menyampaikan rasa senangnya dapat menyaksikan berbagai bentuk seni budaya dari berbagai pulau di Indonesia di dalam satu panggung, karena selama ini sebagian besar dari penonton hanya familiar dengan seni tari Bali.

14

15

13

11

10

9

7

5

3

1

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.