Sosialisasi Kewarganegaraan Ganda Terbatas UU No. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia di Osaka

7

Dalam Rangka menjawab banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada KJRI Osaka terkait dengan isu perkawinan antar bangsa/perkawinan campuran, kewarganegaraan ganda terbatas maupun mengenai waris kepada anak dari perkawinan campuran, KJRI Osaka pada tanggal 26 Oktober 2014 telah menyelenggarakan Sosialisasi Kewarganegaraan Ganda Terbatas dalam lingkup Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Sosialisasi yang bertempat di Osaka Internasional House disampaikan oleh Krishna Adi Poetranto, Direktur Hukum Kementerian Luar Negeri dan dihadiri oleh lebih dari 30 orang peserta WNI maupun WNA yang telah menikah dengan WNI.
Para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari kelompok masyarakat dari perfektur Osaka, Kyoto, Nara, Mie, Shiga, dan Kobe. Diharapkan setiap perwakilan tersebut nantinya dapat menyebarluaskan informasi yang telah diperoleh melalui sosialiasi ini.
Dalam paparannya, Direkur Hukum memberikan penekanan terhadap butir-butir dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI (UU 12/2006) khususnya yang menyangkut mengenai kewarganegaraan ganda terbatas.
Mengawali paparan, terlebih dahulu disampaikan bahwa masyarakat Indonesia di Osaka dan sekitarnya seyogyanya mengetahui dan memahami UU 12/2006 dikarenakan akibat langsung dari UU tersebut. Paparan dilanjutkan dengan penyampaian gambaran umum mengenai definisi WNI berdasaran UU 12/2006, proses permohonan kewarganegaraan, hal-hal yang mengakibatkan seseorang kehilangan kewarganegaraan RI, prosedur untuk memperoleh kembali kewarganegaraan RI, serta implikasi hukum dengan hadirnya UU 12/2006.
Sosialisasi Kewarganegaraan Ganda Terbatas dirasakan sangat berguna bagi masyarakat Indonesia di wilayah Osaka dan sekitarnya. Masyarakat yang hadir terlihat begitu antusias mengikuti Sosialiasi. Hal ini sangat jelas terlihat dimana alokasi waktu untuk sesi tanya jawab tidak mampu untuk menampung seluruh pertayaan yang diajukan oleh para peserta. Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia yang berjumlah lebih dari 7500 orang WNI yang tersebar di seluruh wilayah kerja KJRI Osaka (meliputi 17 prefektur yakni Osaka, Kyoto, Nara, Wakayama, Mie, Hyog, Shiga, Fukui, Tottori, Okayama, Hiroshima, Shimane, Yamaguchi, Kagawa, Tokushima, Kochi, dan Ehime).

2

1

3

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.