“Indonesia: the New Rising Star in the Global World”

Pada tanggal 3 Agustus 2011 bertempat di Osaka International House telah diselenggarakan simposium “Indonesia: the New Rising Star in the Global World” yang membahas mengenai perkembangan politik, ekonomi dan sosial budaya Indonesia sebagai rangkaian dari HUT RI ke-66. Tiga pakar Indonesia hadir sebagai pembicara yakni Prof. Dr. Jun Honna (Faculty of International Relations, Ritsumeikan University); Prof. Dr. Kosuke Mizuno (Center for Southeast Asian Studies, Kyoto University); dan Prof. Dr. Hisanori Kato (Butsuryo College Osaka).

Pada sambutan pembukaan, Konjen RI Osaka antara lain menyampaikan perkembangan Indonesia, termasuk peningkatan ekonomi Indonesia yang didukung oleh stabilitas politik dan peran Indonesia dalam berbagai forum internasional.

Suksesnya pemilu sejak tahun 1998 mencerminkan Indonesia sebagai negara demokratis terbesar di Asia Timur. Menurut Prof. Dr. Jun Honna. saat ini Indonesia mulai memasuki reformasi tahap kedua, yang terdiri dari reformasi hukum melalui KPK dan modernisasi Partai Politik. Dalam hubungan dengan Jepang, Indonesia memiliki peran penting bagistabilitas di kawasan. Karena Jepang dan Indonesia merupakan negara kepulauan, kerjasama keamanan antara Indonesia dan Jepang untuk menjamin keamanan wilayah laut.

Di bidang ekonomi, Prof. Dr. Kosuke Mizuno  menjelaskan bahwa adanya ASEAN – China Free Trade Agreeement (ACFTA) berimbas pada sektor ekonomi Indonesia. Dalam 5 tahun ke depan penanaman modal di sektor industri diprediksi mengalami penurunan yang sebagian dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis Industri Kecil dan Menengah. Selain itu, pasar dalam negeri yang diserbu produk asing dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen menjadi importer atau pedagang. Di sisi lain, dengan adanya ACFTA, di Indonesia tersedia bahan mentah dari China dengan harga murah sehingga para pengusaha dapat memproduksi suatu produk yang murah, sehingga dapat bersaing di pasar ASEAN.

Dalam presentasi mengenai budaya, Prof. Dr. Hisanori Kato memaparkan mengenai sisi positif dan sisi negatif kebudayaan Indonesia sesuai pengalamannya saat di Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam nilai.  Ia mengambil contoh kata “tidak apa-apa”,yang sering  sekali digunakan. Menurutnya, kata “tidak apa-apa” memiliki sisi positif maupun sisi negatif. Dari sisi positif, kata ini dapat meningkatkan toleransi terhadap perbedaan pada masyarakat Indonesia, terutama dalam toleransi beragama, namun dari sisi negatif, kata “tidak apa-apa” menjadikan suatu pemakluman bagi hal-hal yang negatif, seperti keterlambatan, kesalahaan dan lain-lain. Indonesia kan menjadi negara yang maju, apabila dapat mengembangkan nilai-nilai positif dalam kebudayaannya, seperti kata “tidak apa-apa”.

Setelah sesi paparan, para hadirin pun melontarkan berbagai pertanyaan kepada ketiga pembicara. Para hadirin tampaknya sangat antusias dan ingin mengetahui lebih dalam mengenai Indonesia. Dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan tampak bahwa masyarakat Jepang maupun warga Indonesia yang berada di luar negeri berharap agar Indonesia dapat terus maju dan memiliki peran yang lebih besar bagi kemajuan Indonesia dan peningkatan hubungan Indonesia-Jepang.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita, Kegiatan, Nusantara. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>