Hidup Sehat Kerja pun Lancar

Menurut UU RI no.36 tahun 2009 tentang kesehatan, yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Untuk mendukung produktivitas maka penting bagi kita untuk menjaga kesehatan sejak dini.

Oleh karena itu, KJRI Osaka bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Korda Kansai menggelar simposium kesehatan mengenai “Jantung Sehat dan Dampak Radiasi Kebocoran Nuklir pada Kehidupan Keluarga” di Hyogo International House, 15 Mei 2011. Acara ini dibuka oleh Konsul Jenderal RI-Osaka, Ibnu Hadi.

Untuk menjelaskan mengenai kesehatan jantung, hadir dr. Bagus Herlambang dari Hiroshima dan dr. Andreas Tandelilin dari Osaka sebagai pembicara. Dari penjelasan yang komprehensif seputar jantung, kedua dokter yang saat ini sedang melanjutkan studi/riset di Jepang ini menekankan pentingnya hidup sehat untuk mencegah penyakit jantung, yaitu dengan berolahraga secara teratur dan memiliki pola makan yang sehat. Bagi mereka yang memiliki hipertensi atau kolesterol cukup tinggi, disarankan untuk mengasup oatmeal setiap pagi.

Pada sesi kedua, sehubungan dengan adanya kerusakan pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima akibat tsunami yang terjadi 11 Maret lalu, dibahas mengenai dampak radiasi terhadap kesehatan. Pada sesi ini, hadir sdr. Ali Khumaeni dari Fukui dan sdri. Nelly dari Kobe sebagai pembicara. Keduanya menekankan bahwa setiap hari manusia terpapar radiasi dari alam dan tingkat radiasi dari kerusakan di PLTN Fukushima sangat rendah sehingga tidak membahayakan kesehatan.

Dalam kesempatan ini, Ali Khumaeni menjelaskan mengenai reaktor nuklir Daiichi Fukushima dan fenomena radiasi sambil melakukan beberapa peragaan. Ia mengatakan bahwa PLTN Fukushima memiliki kontainer primer dan sekunder untuk menjaga keamanan reaktor sehingga masyarakat tidak perlu kuatir. “Ledakan yang terjadi di PLTN tersebut adalah ledakan hidrogen, bukan ledakan reaktor seperti yang terjadi di Chernobyl”, tambahnya. Alat ukur radiasi yang dibawa oleh Ali Khumaeni saat presentasi pun menunjukkan tingkat radiasi yang normal sehingga meyakinkan bahwa wilayah Kansai sangat aman.

Sebelum acara ditutup, Konsul Konsuler, Mozes Tandung Lelating pun memberikan sekilas paparan mengenai kekonsuleran dan mengingatkan warga Indonesia agar melakukan lapor diri dan memperhatikan dokumen kekonsuleran mereka.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita, Kegiatan, Nusantara. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>