Indonesia Punya Prospek Bagus Bagi Investor Jepang

Indonesia saat ini menunjukkan kondisi ekonomi yang baik dan prospek yang bagus bagi pengusaha Jepang. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, mantan Menko Perekonomian dan guru besar Fakultas Ekonomi UI, dalam paparannya pada acara “Indonesian Economic Brief and Dialogue” yang diselenggarakan oleh KJRI Osaka di Osaka, Jepang. (22/4)

Acara ini dibuka oleh Konsul Jenderal RI di Osaka, Ibnu Hadi, yang menyampaikan sambutannya dan menyinggung mengenai ekonomi Indonesia yang semakin tumbuh serta kerjasama yang erat dengan Jepang.

Prof. Dr. Dorodjatun kemudian mengawali paparannya dengan menjelaskan kondisi geografis Indonesia. Menurut Dorodjatun, masih besar kemungkinan untuk eksplorasi gas dan minyak bumi di Indonesia, dan saat ini kecenderungan eksplorasi gas alam semakin ke arah Timur Indonesia.

Bidang lainnya yang memiliki prospek bagus di masa mendatang menurut Dorodjatun adalah perikanan. “Indonesia kaya akan perikanan termasuk komoditas perikanan lainnya, seperti di daerah Laut Banda dan Kepulauan Maluku. Hal ini disebabkan karena adanya aliran arus dari Samudera Pasifik menuju Australia yang melewati perairan Indonesia yang dikenal dengan istilah Arlindo”, ujarnya.

Menurut Dorodjatun, perairan Indonesia sangat penting dan digunakan oleh berbagai negara. Oleh karena itu, Indonesia menekankan politik luar negeri yang bebas aktif dan tidak memihak negara besar mana pun. Ditegaskannya, ketidakberpihakan ini lah yang perlu ditekankan pada saat membuat political risk analysis mengenai Indonesia.

Selanjutnya, Dorodjatun menjelaskan bahwa jumlah penduduk Indonesia merupakan ke-4 terbesar di dunia. “Di Indonesia jumlah usia produktif cukup besar sehingga Indonesia punya banyak tenaga kerja dan pasar bagi konsumen. Selain itu, kelas menengah di Indonesia saat ini berjumlah sekitar 20-25 juta, lebih besar dari jumlah penduduk Australia”, ungkapnya. Hal ini juga mendukung pasar industri kendaraan seperti motor dan kendaraan komersil.

Dari segi ekonomi makro, Dorodjatun menjelaskan bahwa Indonesia juga terus mengontrol inflasi serta fiscal deficit. Sebagian besar utang luar negeri Indonesia pun dalam jangka panjang dan Indonesia memiliki cadangan devisa sekitar 9 bulan impor. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun terus meningkat karena banyaknya investasi ke Indonesia dan perdagangan ke luar.

Menurut Dorodjatun, “Dengan kondisi ekonomi makro seperti ini, Indonesia punya tingkat pertumbuhan bagus, inflasi terus menurun, real purchasing power penduduk meningkat dan Rupiah semakin menguat”. Inflasi di Indonesia pun tetap rendah, dan kondisi sosial politik Indonesia relatif stabil. Hal ini tentunya menambah faktor positif bagi kemungkinan berinvestasi dan berusaha di Indonesia.

Dari penjelasan mengenai geografi, demografi dan kondisi makro ekonomi Indonesia, Dorodjatun menekankan bahwa Indonesia telah menuju ke arah yang benar. Indonesia-Jepang pun bisa bekerja sama di masa mendatang, karena Jepang membutuhkan tenaga kerja, pasar, bahan mentah, dan Indonesia memiliki semua itu.

Selain Prof. Dr. Dorodjatun, dalam acara ini hadir pula Yojiro Takahashi, Executive Officer dari Nippon Shokubai Co., Ltd., perusahaan Jepang di bidang petrokimia, yang memberikan penjelasan singkat mengenai investasi di Indonesia.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita, Kegiatan, Nusantara. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>