EDARAN KJRI OSAKA PASCA GEMPA DAN TSUNAMI TOHOKU

Guna menghilangkan keraguan dan ketidakpastian di kalangan masyarakat WNI akibat rumor, disinformasi atau berita di media yang menimbulkan kesalahpahaman maupun misinterpretasi, maka edaran ini dikeluarkan oleh KJRI Osaka agar dapat disebarluaskan kepada masyarakat WNI di Jepang maupun di Indonesia.

Sejak terjadinya gempa dan tsunami di wilayah lepas pantai Prefektur Miyagi bagian Utara Jepang pada tanggal 11 Maret 2011, kondisi di wilayah Jepang Selatan/Barat yang menjadi wilayah kerja KJRI Osaka dalam keadaan aman dari kemungkinan radiasi akibat rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima, mengingat jarak antara Fukushima dan Osaka sangat jauh, yakni mencapai sekitar 800 km. Wilayah KJRI tersebut mencakup Prefektur Mie, Nara, Wakayama, Shiga, Kyoto, Osaka, Fukui, Hyogo, Shimane, Okayama, Tottori, Shimane, Hiroshima, Kagawa, Tokushima, Kochi, dan Ehime.

Pemerintah Jepang hanya menetapkan warga dalam radius 20km dari PLTN Fukushima untuk dievakuasi, dan radius 30 km untuk berdiam di dalam rumah, yakni mencakup kota-kota di Prefektur Fukushima dan Prefektur Miyagi seperti Okuma, Futaba, Tomioka, Kawauchi, Katsurao, Narahama, Hirono, Iwaki, Kawamura, Minami Soma, Tamura, dan Namie. Berdasarkan update dari International  Atomic Energy Agency (IAEA) tanggal 18 Maret 2011, tingkat radiasi di kota Tokyo yang berjarak sekitar 250 km dari PLTN Fukushima dan kota-kota lainnya pun jauh dari tingkat yang membahayakan bagi kesehatan manusia.

Namun demikian, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk maka bekerjasama dengan PPI di wilayah Kansai, masyarakat Indonesia, lembaga persahabatan Indonesia dan sahabat Indonesia lainnya, KJRI Osaka saat ini sedang menyiapkan langkah-langkah antisipatif seandainya terjadi situasi yang memburuk yang mengharuskan warga untuk relokasi sementara dari Tokyo.

Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan menjalankan kegiatan sehari-hari secara normal. Masyarakat diharapkan untuk terus memantau berita resmi dari pemerintah jepang mengenai pengukuran hasil radiasi di Jepang melalui: http://eg.yahoo.co.jp, atau http://eq.sakura.ne.jp/, atau http://eq.wide.ad.jp/

Informasi terkini juga dapat dilihat melalui website KBRI Tokyo: www2.indonesianembassy.jp, facebook: KBRI Tokyo, twitter: @KBRITokyo, hotline no. +819031324994, dan sms no. +818035068612, atau melalui website KJRI Osaka: www.indonesia-osaka.org, facebook: KJRI Osaka, dan hotline no. +81662529827, serta melalui wakil-wakil dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) wilayah Kansai sbb:

PPI Korda Kansai: sdr. Suharman Hamzah (+81-90-9989-3576)
PPI Kom Osaka-Nara: sdr. Kemal Agusta (+81-90-3714-3882)
PPI Kom Kobe: sdr. Badrus Zaman (+81-80-3857-9908)
PPI Kom Kyoto-Shiga: sdr. Dedy Eka Priyanto (+81-80-3253-9886)

Osaka, 19 Maret 2011

Click di sini: Edaran KJRI Osaka 19 Mar 11

Tulisan ini dipublikasikan di Berita, Nusantara, Pengumuman. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>