Rekomendasi ahli nuklir Indonesia di Jepang dalam rapat dengan KBRI Tokyo tentang kerusakan PLTN Fukushima dan dampaknya bagi WN

by Kbri Tokyo on Wednesday, March 16, 2011 at 10:29am
Kecelakaan di reaktor Fukushima Unit 1 sampai 4 termasuk dalam skala 4 dalam INES (International Nuclear and Radiological Event Scale). Hal ini berarti lingkup kecelakaan masih berada di sekitar PLTN Fukushima. Kecelakaan ini telah mengakibatkan rusaknya gedung reaktor, suppression pool (kolam penurun tekanan) dan kebakaran pada gedung reaktor yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar bekas. Ledakan yang terjadi adalah gas hidrogen yang terakumulasi akibat reaksi air dengan selongsong bahan bakar pada suhu tinggi. Namun pengungkung reaktor masih terjaga integritasnya dan mampu menahan bahan bakar nuklir dan menjaga agar zat radioaktif yang keluar ke lingkungan minimal.

Terhadap kecelakaan ini Pemerintah Jepang memutuskan radius aman evakuasi sejauh 20 km dari PLTN dan menghimbau warganya yang berada antara 20-30 km untuk tetap tinggal di rumah. Kecelakaan ini tidak sampai mengakibatkan kecelakaan yang lebih serius seperti kejadian Chernobyl yang masuk dalam skala 7 maupun Three Mile Island yang masuk dalam skala 5 INES. Skala 5 menyebabkan lelehnya bahan bakar di teras. Pemerintah Jepang saat ini mengatakan bahwa beberapa bahan bakar rusak di kecelakaan ini, tetapi belum ada keterangan resmi apakah telah terjadi pelelehan bahan bakar. Dosis radiasi terukur saat ini adalah 400,000 mikroSv/jam di daerah yang berdekatan dengan reaktor Fukushima yang dapat menggangu kesehatan tubuh. Saat ini dosis terukur di Tokyo yang jaraknya sekitar 300 km adalah 0.147 mikroSv/jam (maksimum) dengan rata-rata 0,049 mikroSv/jam. Sedangkan dosis aman untuk penduduk adalah 1000 mikroSv/tahun. Sebagai perbandingan dosis radiasi untuk sekali rontgen adalah 600 mikroSv. Maka kami merasa bahwa kondisi ini masih jauh dari batas bahaya di daerah yang jauh dari reaktor nuklir, tetapi tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu rekomendasi kami terhadap kecelakaan ini adalah:

-       Ring 1 (0-50 km). Saat ini radius aman yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang adalah 30 km dan zona evakuasi yang dikeluarkan oleh NRC dan FEMA berkisar antara 16-80 km (10-50 mil). Oleh karena itu kami menganggap radius 50 km untuk mengantisipasi kejadian terburuk yang dapat terjadi di lapangan, karena sampai saat ini tidak dapat diprediksi apa yang akan terjadi di PLTN Fukushima. Sehingga kami merekomendasikan untuk mengevakuasi seluruh WNI di radius 50 km.

-       Ring 2 (50-100 km). Yang meliputi wilayah Ibaraki-ken (Kitaibaraki-shi, Takahagi-shi, Hitachi-shi), Miyagi-ken (Sendai-shi, Nattori-shi, Shiroishi-shi), Tochigi-ken (Nasushiobara-shi). Untuk ring 2 kami merekomendasikan:

-                memakai pelindung yang dapat melindungi paparan radiasi terhadap kulit seperti masker, syal, kaus tangan dll.

-                 mengurangi keluar rumah jika tidak perlu

-                 menghindari penggunaan exhaust fan

-                 selalu menutup ruangan

-                 hindari minum dari kran

Tokyo, 16 Maret 2011

Sumber: Website KBRI Tokyo

(http://www2.indonesianembassy.jp/index.php?option=com_content&view=article&id=192%3Arekomendasi-ahli-nuklir-indonesia-di-jepang-dalam-rapat-dengan-kbri-tokyo-tentang-kerusakan-pltn-fukushima-dan-dampaknya-bagi-wni-di-jepang&catid=35%3Aberita&Itemid=219&lang=id)
Tulisan ini dipublikasikan di Berita, Nusantara, Pengumuman. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>