Warga Indonesia di Osaka Siap-Siap Berwirausaha

Pada hari Minggu, 28 November 2010, warga Indonesia yang berada di Osaka dan sekitarnya berkesempatan mendapatkan kiat-kiat menjadi entrepreneur dari Rhenald Kasali, Sunaryo Suhardi atau dikenal dengan nama “Cak Naryo”, dan Cak Eko yang merupakan pengusaha sukses dari Indonesia dalam acara Pelatihan Wirausaha dan Edukasi Perbankan (PWEP) yang diadakan di Gedung Pemerintah daerah Higashi Sumiyoshi, Osaka.  PWEP yang telah dilakukan untuk ke-26 kali ini merupakan kolaborasi antara KJRI Osaka, Garuda Indonesia Perwakilan Osaka, Working Group on Transfer Technology (WGTT), dan PPI Kobe.

Acara dihadiri oleh sekitar 60 orang partisipan yang sebagian besar merupakan para jishusei yang bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang selama 3 tahun, dan para mahasiswa. Pelatihan ini antara lain diadakan untuk mempersiapkan para jishusei maupun masyarakat lainnya agar sekembalinya  ke Indonesia mereka dapat memanfaatkan tabungan yang telah mereka kumpulkan untuk membuka usaha sendiri dan mengaplikasikan keahlian yang telah mereka dapatkan selama di Jepang.

Setelah kata sambutan dari Konjen RI Osaka, Ketua Association for International Manpower Development of Medium and Small Enterprises (IMM Japan) Perwakilan Kansai, dan Ketua WGTT, para peserta pelatihan mendapatkan paparan dari Rhenald Kasali yang sudah tidak asing lagi sebagai pembicara dalam bidang kewirausahaan. Dengan gaya pemaparannya yang natural dan diselingi canda, ia mengingatkan agar kita menggali potensi khusus yang kita miliki sendiri dan membuat sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Untuk mengasah kewirausahaan, kita juga perlu terus berlatih untuk mengambil  tindakan maupun mengambil resiko, dan menekankan bahwa “winners never quit, only quitters never win“. Ia juga mengatakan perlu ada perubahan gaya pengajaran kepada anak-anak, yakni agar tidak hanya mengasah kepintaran otak namun juga melatih seluruh tubuh sehingga menjadi manusia yang terampil.

Dalam sesi ke-2 setelah makan siang, peserta mendengarkan pengalaman dan kiat-kiat dari para pengusaha yang telah sukses merintis dan mengembangkan usaha mereka. Cak Eko yang berasal dari Surabaya dan saat ini telah memiliki 135 gerai “Bakso Malang Cak Eko” dan berbagai jenis usaha lainnya mengatakan, “Kita harus selalu punya mimpi!”. Ia kerap mengalami jatuh bangun dalam membuka bisnis, namun tidak boleh takut akan resiko dan kegagalan. Setelah sukses dalam 1 jenis usaha, ia pun terus melakukan diversifikasi usaha. Saat ditanya mengenai salah satu kunci keberhasilannya, ia menjawab, “Customer service” karena pelayanan yang buruk biasanya lebih banyak tersebar dibandingkan pelayanan yang baik.

Pembicaraan mengenai pengalaman menjadi entrepreneur kemudian dilanjutkan oleh Cak Naryo yang telah sukses memiliki usaha LPG dan terus merambah ke usaha lainnya seperti bimbingan belajar Primagama, kelas musik Purwacaraka, dan lain-lain. Dengan gayanya yang selalu penuh semangat, ia menekankan bahwa kita harus selalu bersyukur dan menggunakan rasa syukur yang dalam itu untuk terus menggali usaha dan memiliki energi yang besar. Dalam mengembangkan usaha, menurutnya kita harus sering bergaul dengan sesama pengusaha dan membangun capital networking, tentunya dengan mencari mitra usaha yang tepat dan baik sehingga tidak menghambat usaha. Sama seperti pembicara sebelumnya, ia menekankan agar terus berusaha dan tidak takut untuk mengambil resiko dan gagal.

Selain para pengusaha, pelatihan kali ini juga diisi oleh Ekonom dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Tokyo yang memberikan paparan mengenai ekonomi, Kepala Perwakilan dan pejabat dari BNI Cabang Tokyo yang menjelaskan mengenai jasa pengiriman uang ke Indonesia yang dapat dilakukan dengan mudah melalui ATM, GM Garuda Indonesia Perwakilan Osaka yang menyinggung mengenai potensi usaha di bidang pariwisata, perwakilan dari EXATA yang menjelaskan mengenai penghitungan pajak penghasilan, serta perwakilan dari WGTT. Diharapkan acara pelatihan yang sarat informasi ini dapat lebih mendorong warga Indonesia untuk memiliki jiwa wirausaha dan membuka lapangan usaha di Indonesia.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>