Perawat dan Caregivers Tidak Patah Semangat

Para perawat dan perawat lansia (caregivers) yang berada di wilayah Kansai, Jepang Barat berkumpul dalam acara temu perawat dan caregivers di KJRI Osaka, hari Minggu, 28 Maret 2010. Acara ini dihadiri oleh sekitar 40 perawat dan caregivers dari Prefektur Osaka, Hyogo, Kyoto, dan Nara.

Acara diawali dengan makan siang bersama, kemudian dilanjutkan dengan acara utama bincang-bincang dengan para perawat dan caregivers. Acara dibuka oleh Konsul Konsuler KJRI Osaka, Mozes Tandung Lelating, yang menyampaikan selamat datang kepada para hadirin. Para perawat dan caregivers yang datang ke Jepang berdasarkan program Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) ini telah datang ke Jepang dalam 2 gelombang. Gelombang pertama tiba sejak tahun 2008 sebanyak 208 orang, dan gelombang kedua sebanyak 362 orang dan baru sekitar 4 bulan berada di Jepang. Dari seluruh peserta yang telah dikirim ke Jepang, terdapat 5 orang yang akhirnya mengundurkan diri dari program ini dan kembali ke Indonesia karena alasan pribadi.

Selanjutnya, Konjen RI Osaka, Ibnu Hadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil ujian nasional bulan lalu, terdapat 2 perawat Indonesia di wilayah Prefektur Nigata yang berhasil lulus ujian. Hal ini membuktikan bahwa ujian untuk memperoleh lisensi keperawatan Jepang yang bahkan untuk orang Jepang pun dianggap sangat sulit, ternyata juga dapat ditaklukkan oleh perawat asal Indonesia yang baru mempelajari bahasa Jepang sekitar 1,5 tahun. Diharapkan para perawat dan caregivers lainnya pun terus berusaha agar bisa lulus dalam ujian nasional mendatang.

Konjen RI Osaka juga menyampaikan bahwa program pengiriman perawat ke Jepang ini menjadi perhatian pemerintah Jepang, seperti tampak dalam pertemuan antara Menlu Indonesia dengan Menlu Jepang bulan Januari lalu yang antara lain membahas mengenai masalah ini. Pemerintah Jepang saat ini sedang mencari solusi mengenai ujian nasional keperawatan yang terbukti sulit bagi para calon perawat asing. Dalam waktu mendatang tampaknya jumlah perawat asing yang dikirim ke Jepang akan semakin banyak karena kebutuhan Jepang akan perawat dan semakin meningkatnya jumlah usia lanjut.

Setelah sambutan dari pihak KJRI Osaka, para hadirin dipersilakan berbagi pengalaman, serta kesan dan pesan mereka. Dalam kesempatan ini beberapa perawat yang datang dalam gelombang I serta gelombang II menyampaikan beberapa hal, seperti proses pengiriman perawat dan caregivers ke Jepang, masalah kontrak kerja yang ditandatangani di Jakarta serta kontrak yang ditandatangani di Jepang pada masing-masing Rumah Sakit (RS), hak dan kewajiban mereka, waktu libur, waktu belajar untuk mengikuti ujian nasional, serta proses adaptasi selama di Jepang. Kebanyakan dari para perawat Indonesia yang dikirim ke Jepang sebelumnya telah memiliki cukup pengalaman sebagai perawat di Indonesia sehingga harus menahan ego saat ditempatkan di Jepang sebagai asisten perawat maupun calon perawat. Namun para peserta yang hadir saling memberikan masukan dan memberikan pesan agar melihat banyak sisi positif dari pengalaman yang didapat di Jepang serta selalu bersikap profesional.

Selama diskusi juga terungkap optimisme mereka untuk dapat lulus pada ujian untuk memperoleh lisensi keperawatan Jepang pada bulan Februari 2011. Banyak di antara mereka yang pada kesempatan tahun ini telah memperoleh nilai di sekitar ambang batas kelulusan. Forum ini juga telah memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbagi optimisme sekaligus berbagi trik-trik cara belajar baik bahasa Jepang maupun substansi.

Para peserta yang hadir menyampaikan perasaan senang telah dapat berkumpul dan saling berbagi. Rencana untuk mengadakan acara semacam ini dalam waktu dekat pun segera disambut dengan hangat oleh para hadirin. Dalam kesempatan ini para perawat dan caregivers juga melakukan lapor diri sesuai dengan Undang-Undang mengenai Kewarganegaraan Indonesia. Diharapkan seluruh WNI yang berada di wilayah Jepang Barat dapat melaporkan diri ke KJRI Osaka secara online melalui http://app.indonesia-osaka.org/

Pada akhir acara para peserta menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan berfoto bersama dengan Konjen RI Osaka. Mereka tampak bahagia dan siap untuk bekerja lagi keesokan harinya. Seperti yang disampaikan oleh para peserta dalam acara ini, “Boleh patah hati, namun jangan patah semangat!”.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita, Kegiatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>