Serah Terima Jabatan dan Perkenalan Konjen Baru RI di Osaka

Setelah mengalami kekosongan jabatan Konsul Jenderal selama hampir dua tahun, pada tanggal 30 Desember 2009 lalu telah datang Konjen baru untuk KJRI di Osaka. Orang yang dipercaya sebagai Konjen RI di Osaka yang baru ini adalah Bapak Ibnu Hadi, seorang diplomat senior di lingkungan Kementerian Luar Negeri.

Bapak Ibnu Hadi lahir di Riau, pada tanggal 26 Mei 1960. Beliau adalah alumnus Fakultas Ekonomi UI serta menyadang gelar Master ekonomi dari Macquarie University, Australia ini datang ke Osaka dengan disertai oleh istri dan tiga orang putra putrinya. Pria yang dikenal sebagai pekerja keras dan sangat disiplin ini bergabung dengan Kementerian Luar Negeri RI pada tahun 1986 dan telah dipercaya menjabat beberapa posisi penting di dunia diplomasi.

Bagi Bapak Ibnu Hadi, penempatan di Osaka kali ini bukanlah yang pertama kali karena pada tahun 1996 hingga 2000 pernah menjabat sebagai Konsul Ekonomi di KJRI Osaka. Karena itu kota Osaka dan sekitarnya sudah akrab bagi beliau, dan juga banyak sekali kolega maupun teman lama yang dikenal, sehingga memudahkan bagi beliau untuk langsung bekerja tanpa perlu waktu untuk membiasakan diri terlebih dahulu.

Sertijab Konjen dilakukan pada tanggal hari Selasa, 5 Januari 2009 yang dihadiri oleh seluruh staff KJRI dan beberapa pejabat BUMN yang diwilayah Kansai. Dalam acara ini Bapak Mozes Tandung Lelating yang sebelumnya menjabat sebagai Acting Konsul Jenderal sejak tanggal 28 Maret 2008 telah menyerahkan jabatannya kepada Bapak Ibnu Hadi.

Selanjutnya, pada tanggal 23 Januari 2010 bertempat di Wisma KJRI juga diselenggarakan acara perkenalan dan ramah tamah. Dalam acara ini dihadiri sekitar 100 orang undangan dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia dan Jepang yang terdiri dari usahawan, mahasiswa, tokoh masyarakat, pemerintahan dll yang selama ini telah menjalin kerjasama erat dengan pihak KJRI di Osaka.

Dalam sambutannya, Konjen sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama seluruh kalangan demi kelancaran tugas dan tentu saja demi semakin meningkatkan fungsi pelayanan kepada masyarakat serta fungsi sebagai jembatan penghubung antara Jepang dan Indonesia di segala bidang untuk mencapai hubungan saling menguntungkan di kedua bela pihak.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>